Kamis, 11 Juni 2026

Berita Pidie

Dinkes Pidie Beri Penyuluhan Cara Mencegah Hantavirus ke Warga Binaan di Lapas Perempuan Sigli

tim Dinkes Pidie menjelaskan bahwa Hantavirus merupakan penyakit serius yang ditularkan melalui paparan kotoran, air seni

Tayang:
Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/HO/serambinews
SOSIALIASI CEGAH PENYAKIT - Kepala Dinas Kesehatan Pidie, dr Dwi Wijaya saat berbicara dalam upaya mencegah penyebaran penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pidie bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Sigli, Rabu (10/6/2026). 

tim Dinkes Pidie menjelaskan bahwa Hantavirus merupakan penyakit serius yang ditularkan melalui paparan kotoran, air seni, atau air liur tikus yang terinfeksi. 

SERAMBINEWS.COM, SIGLI – Untuk mencegah penyebaran penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pidie bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Sigli menggelar penyuluhan khusus mengenai bahaya dan pencegahan Hantavirus.

Kegiatan ini berlangsung Musala Lapas setempat, Rabu (10/6/2026). 

Diikuti para petugas maupun Warga Binaan yang berada di dalam lapas tersebut.

Sementara itu, penyuluhan berlangsung secara interaktif. Materi disampaikan langsung oleh tim ahli dari Dinkes Pidie yang berpengalaman dalam penanganan penyakit zoonosis (penyakit yang menular dari hewan ke manusia). 

Antusiasme peserta terlihat dari sesi tanya jawab yang berlangsung hangat, di mana beberapa WBP mengajukan pertanyaan seputar gejala awal dan langkah-langkah sederhana yang bisa mereka lakukan sehari-hari untuk melindungi diri.

Dalam pemaparannya, tim Dinkes Pidie menjelaskan bahwa Hantavirus merupakan penyakit serius yang ditularkan melalui paparan kotoran, air seni, atau air liur tikus yang terinfeksi. 

Penularan dapat terjadi ketika seseorang menghirup udara yang terkontaminasi partikel debu dari kotoran tikus, terutama di ruangan yang jarang dibersihkan. 

Gejala awal yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi mendadak, nyeri otot, pusing, sesak napas, dan dalam kasus yang parah dapat menyebabkan sindrom pernapasan akut atau gagal ginjal.

Pihak Dinkes juga menekankan langkah-langkah pencegahan yang mudah namun efektif. 

Tiga pilar utama yang disosialisasikan adalah: pertama, menjaga kebersihan lingkungan secara rutin, termasuk area sudut ruangan, gudang, dan tempat penyimpanan barang.

Kedua, menutup rapat semua makanan dan minuman agar tidak menjadi daya tarik tikus. Lalu ketiga, membuang sampah pada tempatnya dan tidak menumpuk barang-barang yang tidak terpakai yang dapat menjadi sarang tikus.

"Kami sangat mengapresiasi langkah cepat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie yang telah hadir langsung memberikan edukasi kepada seluruh warga binaan dan petugas. 

Penyuluhan ini menjadi bentuk deteksi dini yang sangat penting, karena kesehatan di lingkungan lapas adalah prioritas utama kami. 

Dengan pemahaman yang benar, kami bisa mencegah penularan Hantavirus sebelum sempat menyebar," ujar Kalapas Perempuan Sigli, Niken Kartika Wismarini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved