Rabu, 20 Mei 2026

Berita Aceh Tamiang

Jembatan Gantung Tamiang Terpanjang di Indonesia

Di daerah ini puluhan tahun belum ada akses jembatan. Jembatan ini memiliki panjang 240 meter dengan kapasitas beban hingga 400 kilogram

Tayang:
Editor: mufti
for serambinews/Dok Penrem
JEMBATAN GANTUNG TERPANJANG - Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran meninjau jembatan jembatan gantung terpanjang di seluruh Indonesia, yang berlokasi di Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (19/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Di daerah ini puluhan tahun belum ada akses jembatan. Jembatan ini memiliki panjang 240 meter dengan kapasitas beban hingga 400 kilogram.
  • Infrastruktur vital itu kini berdiri kokoh di pedalaman Kabupaten Aceh Tamiang. Jembatan Gantung Perintis Garuda resmi menghubungkan Kampung Sekerak Kiri dan Desa Bandar Mahligai
  • Sebelum adanya jembatan ini, warga dan anak sekolah harus menggunakan perahu kayu atau menempuh jalur darat memutar selama 1 hingga 2 jam

Di daerah ini puluhan tahun belum ada akses jembatan. Jembatan ini memiliki panjang 240 meter dengan kapasitas beban hingga 400 kilogram. Ini adalah solusi nyata bagi keselamatan dan ekonomi rakyat. ALI IMRAN, Danrem Lilawangsa

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Infrastruktur vital itu kini berdiri kokoh di pedalaman Kabupaten Aceh Tamiang. Jembatan Gantung Perintis Garuda resmi menghubungkan Kampung Sekerak Kiri dan Desa Bandar Mahligai, Kecamatan Sekerak, setelah puluhan tahun warga setempat mendambakannya.

Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran kepada Serambi, Selasa (19/5/2026), menyatakan, jembatan sepanjang 240 meter ini merupakan jembatan gantung terpanjang di seluruh Indonesia. Pembangunannya merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto pascabencana banjir di Aceh.

"Di daerah ini puluhan tahun belum ada akses jembatan. Jembatan ini memiliki panjang 240 meter dengan kapasitas beban hingga 400 kilogram. Ini adalah solusi nyata bagi keselamatan dan ekonomi rakyat," ujar Brigjen Ali Imran.

Sebelum adanya jembatan ini, warga dan anak sekolah harus menggunakan perahu kayu atau menempuh jalur darat memutar selama 1 hingga 2 jam. Kini, mobilitas antar kampung hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit.

Lutvia Monisa (12), seorang murid MIN 7 Aceh Tamiang, mengungkapkan rasa syukurnya. "Sekarang ke sekolah lebih mudah, tidak perlu naik boat lagi. Terima kasih TNI dan Pak Presiden sudah membangun jembatan untuk kami," ungkapnya haru.

Pembangunan ini merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto melalui TNI Angkatan Darat sebagai solusi bagi warga yang selama puluhan tahun terisolasi, dan harus bertaruh nyawa menggunakan perahu kayu atau memutar jalan hingga 2 jam perjalanan.

Pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh, di jajaran Korem 011/Lilawangsa menargetkan 252 titik jembatan. Hingga saat ini, 108 jembatan sudah rampung 100 persen. Di mana mencakup jenis jembatan Bailey, Aramco, jembatan gantung, hingga jembatan beton. Sisanya masih dalam proses pengerjaan dan perencanaan demi memastikan seluruh pelosok Aceh terkoneksi dengan baik.

Saat ini TNI AD berhasil merampungkan pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di pedalaman Aceh Tamiang. Membentang sepanjang 240 meter di atas sungai yang menghubungkan Kampung Sekerak Kiri dan Desa Bandar Mahligai. Sarana umum ini sebagai jembatan gantung terpanjang di Indonesia.(zak)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved