Rabu, 20 Mei 2026

Berita Aceh Singkil

Mayoritas Harga Kebutuhan Dapur di Singkil Turun

Dalam sebulan terakhir, petani sawit di Aceh Singkil, dimanjakan dengan stabilnya harga tandan buah segar (TBS)

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/Dede Rosadi
KEBUTUHAN DAPUR: Warga Aceh Singkil, mengolah kebutuhan dapur, Rabu (20/5/2026). 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Luas perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Aceh Singkil, mencapai 75.834,12 hektar.

Jumlah areal komoditas ekspsor itu, menempatkan Aceh Singkil, pada urutan nomor 2 perkebunana sawit terluas di Aceh.

Tak mengherankan jika 70 persen lebih penduduk di kabupaten dengan slogan Sekta Sepakat, ini menggantungkan hidup dari kelapa sawit.

Dalam sebulan terakhir, petani sawit di Aceh Singkil, dimanjakan dengan stabilnya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit pada kisaran Rp 2.700 per kilogram.

Sayangnya saat harga komoditas ekspor itu cukup lumayan, harga pupuk melonjak. 

Baca juga: Harga Emas di Banda Aceh Naik atau Turun Hari Ini? 19 Mei 2026 Ternyata Dijual Segini Per Mayam

Pupuk majemuk NPK kualitas menengah dari sebelumnya Rp 450 ribu per zak kemasan 50 kilogram naik jadi Rp 580 ribu.

Kondisi sebaliknya terjadi dengan harga kebutuhan dapur yang turun dalam tiga hari terakhir.

Kebutuhan dapur

Salah satunya bawang merah dari sebelumnya Rp 40 ribu turun Rp 10 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogram.

"Bawang merah turun, dari Rp 40 ribu menjadi Rp 30 ribu," kata Sarifah ibu rumah tangga di Gosong Telaga Barat, Singkil Utara, Rabu (20/5/2026).

Kebutuhan dapur lainnya yang turun adalah minya goreng dari sebelumnya Rp 23 ribu menjadi Rp 21 ribu per liter.

Berikutnya beras kualitas sedang kemasan 10 kilogram per zak, turun dari Rp 193 ribu menjadi Rp 190 ribu.

Lalu gula pasir dari Rp 20 ribu per kilogram turun Rp 1.000 menjadi Rp 19 ribu per kilogram.

Sedangkan telur ayam broiler bertahan di posisi Rp 50 ribu per papan isi 30 butir. Kondisi serupa dengan cabai merah keriting bertahan Rp 30 ribu per kilograma.

Memang harga tersebut jika dibandingkan dengan awal tahun 2026 lalu tetap lebih tinggi.

Contohnya beras kemasan 10 kilogram per zak sebelumnya dikisaran Rp 186 ribu. Begitu juga dengan minyak goreng yang berada dikisaran Rp 18 ribu per kilogram.

Sementara itu satu-satunya kebutuhan dapur yang naik adalah tomat dari sebelumnya Rp 22 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilogram.

"Tomat yang mahal, sampai Rp 25 ribu per kilogram," kata Mak Inang pedagang sayur mayur di Gunung Meriah.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved