Berita Abdya
Action Gelar Sarasehan Budaya di Abdya, Dorong Anak Muda Peduli Budaya dan Bahasa Daerah
Aceh Culture and Education atau Action menggelar Sarasehan Budaya dalam rangka memperingati sembilan tahun berdirinya komunitas tersebut.
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Komunitas Aceh Culture and Education (Action) menggelar Sarasehan Budaya di Blangpidie untuk memperingati sembilan tahun berdiri dengan tema menjaga dan merawat budaya di Abdya.
- Forum itu menyoroti minimnya kepedulian generasi muda terhadap budaya lokal serta pentingnya melibatkan anak muda dalam pelestarian identitas daerah.
- Action selama ini aktif menggelar kegiatan edukasi budaya, termasuk mengusulkan Teuku Ben Mahmud sebagai Pahlawan Nasional dan membangun ruang diskusi budaya serta bahasa.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Aceh Culture and Education atau Action menggelar Sarasehan Budaya dalam rangka memperingati sembilan tahun berdirinya komunitas tersebut.
Kegiatan yang mengangkat tema Menjaga dan Merawat Budaya di Aceh Barat Daya (Abdya) itu dilaksanakan di Aula Grand Ariesta Hotel Blangpidie, Rabu (20/5/2026).
Sarasehan tersebut menjadi ruang diskusi lintas kalangan untuk membahas kondisi budaya lokal yang dinilai mulai kehilangan perhatian, terutama dari generasi muda.
Sejumlah pegiat budaya, akademisi, pemerintah daerah, hingga tokoh masyarakat hadir dalam forum itu.
Ketua panitia, Hasanul Amri, mengatakan kepedulian terhadap budaya tidak harus menunggu usia tua.
Menurut Hasanul, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga identitas daerah di tengah arus modernisasi.
Baca juga: Sudah 15 Hari Harga Emas Murni dan London Abdya Diam di Tempat, Cek Pasaran Antam 20 Mei 2026
“Untuk peduli budaya tidak mesti menunggu usia kita tua,” kata Hasanul.
Ia menilai budaya merupakan satu-satunya identitas yang dapat dibanggakan kepada masyarakat luar.
Karena itu, Action sengaja melibatkan anak-anak muda sebagai penggerak utama organisasi agar pelestarian budaya tidak terputus di masa depan.
“Sekarang sangat langka orang-orang yang peduli terhadap kebudayaan, terutama kalangan muda. Padahal tidak ada yang bisa kita banggakan kepada orang luar selain budaya kita sendiri,” ujarnya.
Ketua Action, Aris Faisal Djamin, memaparkan komunitas itu lahir pada 2 Mei 2017, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.
Sejak berdiri, kata dia, Action aktif melakukan berbagai kegiatan edukasi dan pelestarian budaya di Abdya dan wilayah barat selatan Aceh.
Baca juga: Doto Saweu Sikula Pemerintah Abdya Sambangi SMPN 1 Tangan-Tangan, Bawa 4 Misi Utama
Aris menyebutkan salah satu langkah yang pernah dilakukan Action ialah mengusulkan Teuku Ben Mahmud sebagai Pahlawan Nasional pada 2023.
Selain itu, pada 2025 mereka juga mengumpulkan anak-anak muda dari wilayah barat selatan Aceh untuk membahas kekayaan budaya dan bahasa daerah yang mulai tergerus.
| Fix! Hari Meugang di Abdya pada 26 Mei 2026, Ini Titik Lokasinya |
|
|---|
| Pemuda Nias Larikan Remaja Putri Abdya ke Sumut, Pelaku Nikahi Korban Secara Nasrani |
|
|---|
| Pemerintah Abdya Tetapkan 26 Mei Hari Meugang Idul Adha, Ini Lokasi Penyembelihan Hewan Ternak |
|
|---|
| BKSDA Respons Kematian 14 Ekor Kambing Milik Warga Abdya dengan Bekas Luka Cakar |
|
|---|
| Zarlis Ditunjuk Sebagai Plt Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan di BPBD Abdya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/serasehan-20.jpg)