Kamis, 21 Mei 2026

Berita Aceh Barat

Kawanan Gajah Liar Masuk Permukiman Warga di Lango Aceh Barat

Masuknya satwa liar tersebut membuat warga setempat resah dan khawatir terhadap potensi kerusakan kebun maupun ancaman keselamatan masyarakat

Tayang:
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Mursal Ismail
BPBD Aceh Barat
KEBUN DIRUSAK GAJAH - Petugas WRU BPBD Aceh Barat saat berada di sebuah gubuk di kebun milik warga yang rusak diduga akibat kawanan gajah liar di kawasan Lango, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Rabu (20/5/2026). Petugas melakukan patroli guna menghalau satwa raksasa tersebut. 
Ringkasan Berita:
  • Kawanan gajah liar masuk ke permukiman warga di Gampong Lango, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, sejak Selasa malam hingga Rabu pagi dan membuat warga resah.
  • Tim Wildlife Response Unit (WRU) BPBD Aceh Barat langsung melakukan patroli serta penghalauan hingga kawanan gajah, yang diduga membawa anak gajah, kembali masuk ke kawasan hutan.
  • BPBD mengimbau warga tidak bertindak sendiri terhadap gajah liar karena konflik manusia dan satwa masih sering terjadi.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Kawanan gajah liar dilaporkan masuk ke kawasan permukiman warga di Gampong Lango, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, sejak Selasa (19/5/2026) malam hingga Rabu (20/5/2026) pagi.

Masuknya satwa liar tersebut membuat warga setempat resah dan khawatir terhadap potensi kerusakan kebun maupun ancaman keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, Rabu (20/5/2026), mengatakan pihaknya langsung menurunkan Tim Wildlife Response Unit (WRU) BPBD Aceh Barat untuk melakukan patroli dan penanganan interaksi antara gajah dengan manusia di wilayah tersebut.

“Kegiatan patroli dilakukan sejak Selasa malam dan berlanjut hingga Rabu pagi di dua lokasi berbeda, namun masih berada di kawasan Transmigrasi atau Gampong Lango,” ujar Teuku Ronal.

Menurutnya, kawanan gajah tersebut diperkirakan terdiri atas beberapa ekor dan diduga membawa seekor anak gajah atau bayi gajah.

Kondisi itu menyebabkan pergerakan kawanan menjadi lebih sensitif sehingga penanganan dilakukan secara hati-hati agar tidak memicu agresivitas satwa.

Baca juga: Dentuman Mercon Iringi Pengusiran Gajah Liar di Lango Aceh Barat, Warga Diminta Tetap Waspada

Tim WRU BPBD Aceh Barat kemudian melakukan upaya penggiringan dan penghalauan agar kawanan gajah kembali masuk ke kawasan hutan dan menjauh dari permukiman warga.

“Tim sudah berhasil menghalau kawanan gajah hingga kembali masuk ke tengah hutan,” katanya.

Meski demikian, petugas tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi guna mengantisipasi kemungkinan kawanan gajah kembali turun ke area permukiman maupun perkebunan masyarakat.

Dalam operasi tersebut, anggota Tim WRU BPBD Aceh Barat yang turun langsung ke lapangan yakni Harisna, Irvarinal, dan T Raja Makmu.

BPBD Aceh Barat juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak melakukan tindakan yang dapat memancing amarah satwa liar, seperti mendekati kawanan gajah atau mencoba mengusir secara mandiri.

Konflik antara manusia dan gajah liar masih kerap terjadi di sejumlah wilayah pedalaman Aceh Barat, terutama daerah yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan habitat satwa tersebut.

Baca juga: Gajah Liar Rusak Sawit dan Tanaman Pangan di SD Lango, Warga Resah

Aktivitas pembukaan lahan dan jalur lintasan gajah yang beririsan dengan permukiman warga diduga menjadi salah satu penyebab utama munculnya interaksi antara manusia dan satwa liar itu. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved