Sabtu, 23 Mei 2026

Harga Sawit di Aceh

Gawat, Dalam Sehari Harga Sawit di Aceh Jaya Anjlok Hingga 600 Rupiah Per Kilogram

Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) mengalami penurunan pada Jumat (22/5/2026).

Tayang:
Penulis: Riski Bintang | Editor: Muhammad Hadi
Istimewa
HARGA SAWIT - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) mengalami penurunan pada Jumat (22/5/2026). FOTO Sejumlah petani mengeluhkan penurunan harga beli Tandan Buah Segar (TBS) di kabupaten Aceh Jaya. 
Ringkasan Berita:Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah PKS di Aceh Jaya anjlok hingga Rp600 per kilogram pada Jumat (22/5/2026).
 
Penurunan terjadi di PT Agro Sinergi Nusantara, Juliprima Kentjana, hingga wilayah Panga dan dikeluhkan petani sawit.
 
Anjloknya harga disebut dipengaruhi sentimen kebijakan ekspor satu pintu yang disampaikan Presiden dalam pidato sidang MPR.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Riski Bintang | Aceh Jaya

SERAMBINEWS.COM, CALANG - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) mengalami penurunan pada Jumat (22/5/2026). 

Penurunan harga tersebut dikeluhkan para petani karena dinilai cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Di PT Agro Sinergi Nusantara, harga pembelian TBS ditetapkan sebesar Rp2.350 per kilogram untuk buah dengan berat janjang minimal 6 kilogram. 

Harga tersebut turun dibanding periode sebelumnya, dengan potongan wajib sebesar 2,5 persen.

Sementara itu, di PKS Juliprima Kentjana, harga pembelian TBS periode 22 Mei 2026 berada di angka Rp2.460 per kilogram atau turun sekitar Rp470 per kilogram dari harga sebelumnya yang mencapai Rp2.940 per kilogram.

Baca juga: VIDEO - Harga Sawit Terjun Bebas Saat Pupuk Melambung

Selain itu, informasi harga TBS di wilayah Panga juga menunjukkan angka Rp2.590 per kilogram pada periode 22 Mei 2026, turun sekitar Rp600 per kilogram.

Penurunan harga ini disebut-sebut dipicu oleh pernyataan Presiden dalam pidato sidang MPR terkait kebijakan ekspor satu pintu. 

Kebijakan tersebut dinilai memengaruhi sentimen pasar dan harga komoditas sawit di tingkat pabrik.

Kondisi ini membuat sejumlah petani sawit khawatir terhadap pendapatan mereka, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan ekonomi dan biaya operasional kebun.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dampak langsung kebijakan tersebut terhadap harga TBS di daerah.(*)

Baca juga: Harga Emas Pegadaian Siang ini Turun Tajam, Cek Harga UBS, Galeri24 & Antam per 22 Mei 2026

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved