Jumat, 22 Mei 2026

Berita Aceh Singkil

Petani Sawit Syok dan Lemas Akibat Harga Sawit Terjun Bebas Saat Pupuk Melambung

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit terjun bebas di Kabupaten Aceh Singkil. Nahasnya terjadi saat harga pupuk dan herbisida melambung tinggi

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/Dede Rosadi
TBS KELAPA SAWIT : Warga menyusun tandan buah segar (TBS) kelapa sawit sebelum di naikan ke mobil untuk dibawa ke pabrik pengolahan minyak kelapa sawit di Aceh Singkil, Sabtu (16/5/2026). 

Ringkasan Berita:Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Aceh Singkil turun drastis dari Rp2.700 menjadi Rp1.980 per kilogram dalam dua hari terakhir.
 
Di saat bersamaan, harga pupuk dan herbisida justru melonjak, termasuk pupuk Nitrea yang naik dari Rp420 ribu menjadi Rp550 ribu per zak 50 kilogram.
 
Kondisi ini membuat petani sawit terpukul karena sebelumnya mereka telah mengeluarkan biaya besar untuk perawatan kebun dengan harapan harga sawit tetap stabil di atas Rp2.500 per kilogram.

Laporan Wartawan Serambi Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit terjun bebas di Kabupaten Aceh Singkil.

Nahasnya terjadi saat harga pupuk dan herbisida melambung tinggi.

Padahal pupuk dan herbisida merupakan biaya paling besar yang dikeluarkan petani dalam perawatan atau pemiliharan kebun kelapa sawit.

Harga TBS kelapa sawit turun dalam dua hari terkahir sampai 36 persen lebih atau Rp 720 per kilogram.

Dari sebelumnya Rp 2.700 menjadi Rp 1.980 per kilogram, Jumat (22/5/2026).

PUPUK NAIK: Harga pupuk sawit dan herbisida mengalami kenaikan signifikan di Kabupaten Aceh Singkil, Jumat (22/5/2026).
PUPUK NAIK: Harga pupuk sawit dan herbisida mengalami kenaikan signifikan di Kabupaten Aceh Singkil, Jumat (22/5/2026). (Serambinews.com/Dede Rosadi)

"Harga turun drastis. Namun mohon tetap jaga kualitas buah, jangan dipanen mengkal dan mentah," kata Anto pengepul sawit UD Ram Alwi Hutabarat, di kawasan Gosong Telaga Barat, Singkil Utara.

Baca juga: Gawat, Dalam Sehari Harga Sawit di Aceh Jaya Anjlok Hingga 600 Rupiah Per Kilogram

Sebaliknya harga pupuk naik rata-rata Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu per zak kemasan 50 kilogram.

Bahkan pupuk ada yang naik sampai Rp 130 ribu per zak kemasan 50 kilogram.

Kenaikan tertinggi terjadi pada jenis pupuk Nitrea dengan kandungan Nitrogen 46 persen.

Dari sebelumya Rp 420 ribu per zak, naik Rp 130 ribu menjadi Rp 550 ribu per zak kemasan 50 kilogram.

"Harga pupuk naik, paling tinggi jenis pupuk yang bahan bakunya impor seperti Nitrea," kata Abdulah Haris Cibro, Owner UD Berkah Tani, yang menjual pupuk di kawasan Ketapang Indah, Singkil Utara, Jumat (22/5/2026).

Selain pupuk, herbisida atau racun rumput juga alami kenaikan antara Rp 5 ribu sampai Rp 20 ribu per liter.

Contohnya Roundup, merek herbisida sistemik purna tumbuh yang sangat populer untuk membasmi gulma dan rumput liar hingga ke akar-akarnya dibanrol Rp 95 ribu per liter dari sebelumnya Rp 90 ribu.

"Bukan hanya pupuk, racun rumput juga naik," ujar Cibro.

Baca juga: VIDEO - Harga Sawit Terjun Bebas Saat Pupuk Melambung

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved