Sabtu, 23 Mei 2026

Kebakaran di Fakultas Pertanian

Kericuhan Antar Mahasiswa USK Berujung Pembakaran, Ini Kronologi dari Pihak FP

Konflik berkepanjangan antar mahasiswa di lingkungan Universitas Syiah Kuala akhirnya memuncak menjadi kerusuhan...

Tayang:
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Eddy Fitriadi
for serambinews
LAKUKAN OLAH TKP- Tim INAFIS Polresta Banda Aceh melakukan olah TKP terhadap peristiwa pengrusakan dan pembakaran di Gedung Fakultas Pertanian USK, Kamis (21/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Konflik berkepanjangan antar mahasiswa di lingkungan Universitas Syiah Kuala akhirnya memuncak menjadi kerusuhan besar yang mengakibatkan pembakaran, penjarahan, hingga kerusakan fasilitas bernilai miliaran rupiah di Fakultas Pertanian.
  • Peristiwa yang terjadi pada Kamis dini hari, 21 Mei 2026 itu disebut sebagai salah satu insiden paling serius.
  • Demisioner Ketua BEM Fakultas Pertanian USK tahun 2025, Silva Riskandi, menyebut konflik yang disebut berawal dari ketegangan pascaaksi demonstrasi JKA.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Konflik berkepanjangan antar mahasiswa di lingkungan Universitas Syiah Kuala akhirnya memuncak menjadi kerusuhan besar yang mengakibatkan pembakaran, penjarahan, hingga kerusakan fasilitas bernilai miliaran rupiah di Fakultas Pertanian.

Peristiwa yang terjadi pada Kamis dini hari, 21 Mei 2026 itu disebut sebagai salah satu insiden paling serius dalam dinamika kemahasiswaan di kampus tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Demisioner Ketua BEM Fakultas Pertanian USK tahun 2025, Silva Riskandi, membeberkan kronologi panjang konflik yang disebut berawal dari ketegangan pascaaksi demonstrasi penolakan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) pada 18 Mei 2026.

Menurut Silva, aksi demonstrasi tersebut dilakukan oleh aliansi mahasiswa tanpa keterlibatan BEM USK. Setelah massa merasa tuntutannya berhasil dengan pencabutan Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang JKA, mahasiswa melakukan konvoi keliling Kota Banda Aceh dan melintas di kawasan Gelanggang USK.

“Massa kemudian berhenti di depan Sekretariat BEM USK untuk merayakan pencabutan Pergub tersebut. Situasi awalnya biasa saja,” kata Silva.

Namun suasana mendadak berubah ketika, menurutnya, seorang mahasiswa yang berada di dalam Sekretariat BEM USK keluar dan mempertanyakan maksud kedatangan massa dengan nada yang dianggap menantang.

“Beberapa mahasiswa sebenarnya sudah mencoba menenangkan situasi dan meminta mahasiswa tersebut masuk kembali ke dalam sekretariat,” ujarnya.

Situasi yang mulai mereda kemudian kembali memanas setelah terjadi pelemparan batu dari arah massa. Batu tersebut mengenai kepala seorang mahasiswa Fakultas Pertanian hingga mengalami luka dan pendarahan.

“Tidak diketahui siapa pelaku pelemparan karena massa saat itu bercampur, ada berbagai unsur termasuk pihak eksternal dan tidak ada koordinator lapangan yang mengendalikan massa,” jelas Silva.

Kericuhan pun pecah dan menyebabkan kaca Sekretariat BEM USK rusak. Setelah insiden tersebut, lima mahasiswa Fakultas Pertanian mendatangi sekretariat untuk melakukan mediasi dan menyampaikan permintaan maaf.

Namun upaya damai itu disebut tidak berjalan mulus. “Permintaan maaf pertama ditolak oleh staf BEM yang berlatar belakang mahasiswa teknik. Permintaan maaf kedua juga ditolak, bahkan ada ajakan satu lawan satu, tetapi pihak Fakultas Pertanian menolak,” katanya.

Karena mediasi tidak menemukan hasil, mahasiswa Fakultas Pertanian memutuskan meninggalkan lokasi. Akan tetapi, tidak lama berselang, staf BEM Universitas kembali mendatangi pihak Fakultas Pertanian dan meminta masing-masing fakultas mengirim dua perwakilan untuk mediasi lanjutan.

Silva mengatakan, dalam mediasi tersebut pihak Fakultas Pertanian kembali menyampaikan keinginan berdamai. Namun kondisi di lokasi yang minim penerangan justru memicu intimidasi dan kekerasan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved