Breaking News
Sabtu, 23 Mei 2026

Kebakaran di Fakultas Pertanian

Kericuhan Antar Mahasiswa USK Berujung Pembakaran, Ini Kronologi dari Pihak FP

Konflik berkepanjangan antar mahasiswa di lingkungan Universitas Syiah Kuala akhirnya memuncak menjadi kerusuhan...

Tayang:
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Eddy Fitriadi
for serambinews
LAKUKAN OLAH TKP- Tim INAFIS Polresta Banda Aceh melakukan olah TKP terhadap peristiwa pengrusakan dan pembakaran di Gedung Fakultas Pertanian USK, Kamis (21/5/2026). 

“Beberapa mahasiswa Fakultas Teknik melakukan pengeroyokan, pengejaran, penganiayaan, bahkan penghinaan terhadap lembaga Fakultas Pertanian,” ungkapnya.

Menurutnya, aksi kekerasan baru berhenti setelah sejumlah dosen USK datang ke lokasi.
Peristiwa itu memicu kemarahan mahasiswa Fakultas Pertanian yang kembali berkumpul di fakultas. Namun BEM Fakultas Pertanian disebut berupaya menenangkan massa dan meminta mahasiswa meninggalkan kawasan Sekretariat BEM USK demi mencegah bentrokan susulan.

Situasi kembali memanas ketika korban dugaan pengeroyokan menceritakan pengalaman yang dialami kepada mahasiswa lain di Fakultas Pertanian. Emosi mahasiswa semakin meningkat akibat aksi saling provokasi ketika sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik melintasi kawasan fakultas tersebut.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Pertanian kemudian turun langsung menenangkan mahasiswa dan meminta seluruh massa tetap kondusif. Pihak biro kemahasiswaan USK juga disebut hadir melakukan mediasi antara BEM Fakultas Pertanian dan BEM Fakultas Teknik.

“Mediasi pertama belum menghasilkan kesepakatan damai. Kemudian sekitar pukul 22.45 WIB dilakukan mediasi lanjutan dan disepakati kedua pihak membubarkan diri,” ujar Silva.

Pada 19 Mei 2026, biro kemahasiswaan USK kembali mengundang unsur pimpinan kemahasiswaan universitas dan fakultas terkait untuk mediasi lanjutan.

Namun pertemuan itu disebut belum menemukan titik temu. Ketegangan kembali meningkat pada 20 Mei 2026 malam ketika mahasiswa Fakultas Pertanian menggelar rapat KBM membahas persiapan arak-arakan wisudawan yang akan dilaksanakan keesokan harinya.

Menurut Silva, dini hari 21 Mei 2026 situasi kembali memanas akibat provokasi dari oknum yang lewat saat mahasiswa Fakultas Pertanian sedang duduk bersama usai rapat.

“Kedua pihak kemudian saling melakukan aksi lempar-melempar di sekitar Sekretariat Fakultas Teknik,” katanya.

Kericuhan menyebabkan kerusakan fasilitas dan korban luka sebelum akhirnya warga sekitar membantu membubarkan massa.

Aparat kepolisian kemudian datang untuk mengamankan situasi dan meminta mahasiswa kembali ke rumah masing-masing. Namun mahasiswa meminta agar kampus tetap dijaga, sementara pihak kepolisian menyatakan akan bertanggung jawab atas pengamanan kampus. Situasi yang sempat mereda ternyata belum benar-benar selesai.

Sekitar pukul 03.00 WIB, saat sebagian besar mahasiswa Fakultas Pertanian telah membubarkan diri, massa Fakultas Teknik disebut kembali berkumpul dan bergerak menuju kawasan Fakultas Pertanian.

“Peristiwa itu kemudian berujung pada penyerangan, penjarahan, dan pembakaran di lingkungan Fakultas Pertanian, khususnya kawasan FPL dan FPB,” ujar Silva.

Ia menyebut massa diduga membawa balok kayu, senjata tajam, hingga bom molotov. Akibatnya, sejumlah bangunan terbakar, termasuk laboratorium, sekretariat, ruang perkuliahan, kendaraan, serta fasilitas milik satpam Fakultas Pertanian.

Baca juga: Kasus Bentrokan Mahasiswa dan Kebakaran di Fakultas Pertanian, Polisi Siap Ungkap Aktor Kerusuhan

Tak hanya itu, sejumlah alat laboratorium juga dilaporkan hilang akibat penjarahan.
Silva juga mengungkapkan dugaan pelemparan bom molotov ke dalam pos satpam yang nyaris merenggut korban jiwa.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved