Listrik Padam di Aceh
GI Blangpidie Sudah Terima Tegangan Listrik, Penormalan Dilakukan Bertahap
"Untuk wilayah Blangpidie, Gardu Induk kini sudah menerima tegangan. Kita berdoa, kalau tidak ada hambatan, Insya Allah segera normal bertahap,"
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Nurul Hayati
Ringkasan Berita:
- Gardu Induk Blangpidie sudah menerima tegangan listrik setelah pemadaman massal di Sumatera pada Jumat malam (22/5/2026).
- Gangguan terjadi pada transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai akibat cuaca ekstrem.
- Hingga Sabtu (23/5/2026) pukul 05.00 WIB, 19 dari 21 gardu induk di Aceh sudah berhasil dinormalkan.
- Dua gardu induk masih dalam tahap penormalan, yaitu GI Samadua dan GI Blangpidie.
Laporan wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Gardu Induk (GI) Unit Layana Pelanggan PLN Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sudah menerima tegangan listrik, pasca pemadaman massal wilayah Sumatera, pada Jumat malam (22/5/2026).
Manager ULP PLN Blangpidie, Erwan Yusgunawan, mengatakan proses pemulihan pasokan listrik di Aceh terus dikebut PLN pasca gangguan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai.
Cuaca ekstrem yang terjadi pada Jumat, 22 Mei 2026, menyebabkan pemadaman listrik di wilayah Sumatera.
Ia menyebutkan, hingga Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 05.00 WIB, sebanyak 19 dari 21 gardu induk yang terdampak di Aceh sudah berhasil dinormalkan.
"Untuk wilayah Blangpidie, Gardu Induk kini sudah menerima tegangan. Kita berdoa, kalau tidak ada hambatan, Insya Allah segera normal bertahap," kata Erwan Sabtu (23/5/2026).
Ia meminta masyarakat bersabar karena penormalan dilakukan bertahap guna menjaga keamanan dan kestabilan sistem kelistrikan.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Masyarakat dapat memantau perkembangan informasi melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center 123,” ucapnya.
Baca juga: Listrik di Sebagian Wilayah Blangpidie dan Manggeng Sudah Menyala Bertahap
Dua Gardu Induk Tahap Penormalan
Sementara itu, PLN UID Aceh dalam siaran pers, Sabtu (23/5/2026) menyebutkan, pihaknya terus melakukan upaya maksimal untuk memulihkan sistem kelistrikan di wilayah Aceh pasca gangguan yang terjadi pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt (kV) Muara Bungo-Sungai Rumbai di Jambi pada Jumat malam (22/5/2026).
Ratusan personel bersiaga di lapangan untuk memastikan pasokan listrik kembali normal secepat mungkin.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, menyampaikan bahwa secara bertahap infrastruktur kelistrikan utama telah berhasil dioperasikan kembali.
Dari total 21 Gardu Induk (GI) yang ada di Aceh, 19 di antaranya telah bertegangan.
"Saat ini tersisa 2 Gardu Induk yang masih dalam tahap penormalan, yaitu GI Samadua, dan GI Blangpidie. Sementara untuk GI Singkil sudah berhasil bertegangan dan saat ini sedang dalam proses pembebanan secara bertahap," jelas Eddi.
Pemulihan cepat juga terjadi di ibu kota provinsi.
Suplai listrik untuk Banda Aceh saat ini telah mencapai 61 Megawatt (MW) dari rata-rata beban pagi sebesar 80 hingga 90 MW.
Daya tersebut ditopang dari GI Banda Aceh, Ulee Kareng, Krueng Raya, dan Jantho.
Selain itu, seluruh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Banda Aceh juga telah beroperasi, di antaranya PLTD Lueng Bata (7,7 MW), Ulee Kareng (12 MW), dan Krueng Raya (7 MW). Lebih lanjut, PLTD di Ayangan (Aceh Tengah) dan PLTD Isolated di Kota Fajar juga telah memikul beban sebesar 2,4 MW.
Sementara itu, untuk sistem kelistrikan di Pulau Sabang dan Kepulauan Simeulue dipastikan dalam kondisi normal dan tidak terimbas oleh dampak pemadaman.
Guna mengantisipasi waktu penormalan kelistrikan yang bersumber dari Nagan 1 hingga Nagan 4, PLN UID Aceh memobilisasi Genset Mobile dan Genset Portable secara masif ke wilayah Meulaboh dan sekitarnya.
Langkah ini diprioritaskan untuk mem-back up berbagai fasilitas strategis publik.
Dalam upaya percepatan pemulihan ini, PLN UID Aceh telah menyiagakan ratusan personel yang tersebar mulai dari wilayah kerja UP3 Langsa hingga Banda Aceh.
Personel ini bertugas mengatur manajemen pembagian beban agar wilayah yang masih mengalami padam dapat segera dialiri listrik secara bergilir.
"Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan stakeholder dan pelanggan. Kami memohon maaf dan doa dukungan dari seluruh masyarakat agar sistem kelistrikan Aceh dapat segera pulih sepenuhnya," tutup Eddi. (*)
| 4,8 Juta Pelanggan Listrik di Sumatera Belum Nyala, PLN: Butuh 15-20 Jam untuk Start-up Pembangkit |
|
|---|
| Sudah 10 Jam Listrik Padam di Aceh, PLN: 17 Gardu Induk Sudah Pulih, Penormalan Dipercepat |
|
|---|
| Listrik Padam Massal di Sumatera: Aceh, Medan hingga Riau Terdampak |
|
|---|
| Interkoneksi Terhubung, Ini Tahap Pemulihan Listrik Aceh Selanjutnya, Target Normal Dalam 48 Jam |
|
|---|
| Update Listrik di Aceh per Rabu: Kini Sudah Terhubung ke Jaringan Sumatra, PLTU Nagan Mulai Menyala |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Sebagian-wilayh-Blangpidie-Kabupaten-Aceh-Barat-Daya-Abdya-listrik-mulai-menyala.jpg)