Berita Aceh Utara
Larang Warga Dekati Sumur Bor Keluarkan Api dan Gas, Aparat Desa di Aceh Utara Pasang Spanduk
Langkah tersebut dilakukan karena lokasi kejadian mulai ramai didatangi warga dari berbagai daerah yang penasaran ingin melihat langsung fenomena itu.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Mursal Ismail
Sebelumnya, sumur bor sedalam sekitar 90 meter itu dibuat untuk memenuhi kebutuhan air irigasi areal persawahan masyarakat di Desa Blang Rubek.
Namun saat proses pengeboran berlangsung, sumur tersebut tiba-tiba mengeluarkan pasir, kerikil, lumpur, dan gas yang kemudian memicu kobaran api setinggi lebih dari 50 meter.
Peristiwa tersebut menimbulkan kepanikan warga dan menyebabkan puluhan warga mengungsi ke rumah kerabat mereka di sejumlah wilayah seperti Kecamatan Tanah Luas, Syamtalira Aron, dan kawasan Lhoksukon.
Hingga Sabtu sore, sebagian warga mulai kembali ke rumah masing-masing.
Baca juga: Sisa Penyintas Banjir di Aceh Utara Masih Diverifikasi untuk Pengusulan Bantuan Capai 35.757 Rumah
Namun, sebagian lainnya masih memilih bertahan di tempat pengungsian sambil menunggu hasil pemeriksaan dan rekomendasi dari tim teknis terkait keamanan lokasi sumur bor tersebut. (*)
| Mahzar Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua PPNI Aceh Utara, Begini Proses Musdanya |
|
|---|
| Kapolsek Bayu Iptu Hendra jadi Khatib Jumat, Kapolres Bersama KPA Santuni Yatim di Masjid Nurul Iman |
|
|---|
| Warga di Aceh Utara Digemparkan Semburan Api Saat Dini Hari dari Pengeboran Sumur |
|
|---|
| Sisa Penyintas Banjir di Aceh Utara Masih Diverifikasi untuk Pengusulan Bantuan Capai 35.757 Rumah |
|
|---|
| Kalapas Lhoksukon Jumpai Bupati Aceh Utara, Respons Ayahwa Soal Pembangunan Gedung Baru Lapas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/spanduk-larangan-24.jpg)