Menurutnya, meskipun garis polisi telah dipasang, masih banyak warga dari berbagai desa yang datang ke lokasi untuk melihat langsung sumur yang sempat mengeluarkan kobaran api tinggi tersebut. Bahkan, kata dia, sejumlah anak-anak terlihat mencoba memasuki area yang seharusnya steril dari aktivitas masyarakat. “Kami meminta masyarakat tidak memasuki area semburan gas karena sangat membahayakan keselamatan,” katanya.
Zulkarnaini menjelaskan, pemerintah desa bersama aparat keamanan terus melakukan pengawasan dan sosialisasi kepada warga agar tidak mendekati lokasi semburan. Langkah itu dilakukan untuk menghindari risiko yang dapat ditimbulkan dari semburan gas yang hingga kini masih dipantau pihak berwenang.
“Pengawasan terus dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kami mengimbau masyarakat menjaga jarak aman dan mematuhi larangan,” ujarnya.
Selain aparat desa dan kepolisian, petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan juga telah turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan awal terhadap kondisi di sekitar sumur bor tersebut.(jaf)