Selasa, 26 Mei 2026

Haba Unimal

Mahasiswa Administrasi Publik Unimal Gelar Kajian GARWABA untuk Cegah Pelecehan Seksual

Kajian kali ini mengusung tema “Pelecehan Seksual di Kampus: Masalah Tata Kelola, Budaya, dan Perlindungan Korban”. 

Tayang:
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: IKL
for serambinews
Mahasiswa Administrasi Publik Unimal Gelar Kajian GARWABA untuk Cegah Pelecehan Seksual 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE - Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar Gerakan Kajian dan Wadah Baca Administrasi Publik (GARWABA). 

Kegiatan ini berlangsung di Kampus Unimal Reuleuet, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (22/5/2025).

Kajian kali ini mengusung tema “Pelecehan Seksual di Kampus: Masalah Tata Kelola, Budaya, dan Perlindungan Korban”. 

Forum akademik ini dirancang khusus untuk membedah persoalan kekerasan pelecehan seksual di lingkungan kampus dari sudut pandang kebijakan publik, tata kelola kelembagaan, serta perlindungan korban yang kapan saja dapat terjadi.

Kepala Departemen Kajian Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (KPSDM), Syahrul Ramadhan, menegaskan bahwa penanganan pelecehan seksual di area kampus tidak cukup hanya mengandalkan imbauan moral.

"Pelecehan seksual di kampus membutuhkan tata kelola yang jelas, mekanisme pelaporan yang aman, serta perlindungan yang berpihak kepada korban. Hasil kajian ini penting sebagai dasar untuk mendorong kebijakan kampus yang lebih responsif," ujar Syahrul.

Salah satu Tim GARWABA, dan Jurnalistik HIMA-AP,  Dela Ataya menilai persoalan ini sangat berlapis. Beberapa faktor utama yang menjadi sorotan meliputi, ketimpangan relasi kuasa di lingkungan akademik, budaya bungkam (culture of silence) yang masih kuat. 

Selain itu, minimnya literasi mengenai persetujuan (consent) dan belum optimalnya implementasi kebijakan pencegahan kekerasan seksual.

“Kegiatan ini didasari oleh kepedulian mahasiswa terhadap sistem, budaya organisasi, dan mekanisme perlindungan di perguruan tinggi. Pihak penyelenggara menekankan bahwa menciptakan lingkungan yang aman memerlukan kolaborasi erat antara pihak kampus, mahasiswa, dan pemangku kepentingan terkait,” pintanya.

Selain daripada itu, sambungnya, Ia merincikan, dari hasil diskusi tersebut, GARWABA merumuskan beberapa poin rekomendasi penting, yaitu Penguatan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS), peningkatan sosialisasi terkait mekanisme pelaporan kasus. Selain itu, penyediaan layanan pemulihan yang komprehensif bagi korban dan integrasi pendidikan kesetaraan gender serta literasi digital dalam kegiatan kemahasiswaan.

“Melalui gerakan GARWABA ini, Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik Unimal berharap hasil kajian ini tidak sekadar menjadi bahan diskusi. Pihaknya berkomitmen menjadikan poin-poin tersebut sebagai dasar advokasi nyata untuk mendorong pihak rektorat kampus menciptakan ruang belajar yang aman, inklusif, dan berkeadilan,” tegasnya.(*)

Baca juga: HIMABIS Unimal Adakan Seminar Bisnis untuk Berwirausaha Mahasiswa

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved