Selebrasi Lokal 2026
Warga Jeulingke Residen I Sambut Piala Dunia 2026 dengan Mie Suree, Ikan Bakar, dan Kuah Beulangong
Bagi warga Jeulingke Residen I, Piala Dunia bukan sekadar pertandingan sepakbola. Momentum itu juga menjadi ruang berkumpul
Penulis: Bukhari Ali | Editor: Amirullah
Karena itu, momentum Piala Dunia selalu menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan warga komplek.
“Yang paling penting sebenarnya bukan hanya bolanya, tetapi kebersamaan warga. Anak-anak bisa berkumpul, orang tua juga saling bercengkerama. Ini yang membuat suasana komplek menjadi lebih hangat,” ujarnya.
Di tengah kehidupan kota yang semakin sibuk dan individualistis, tradisi sederhana seperti nonton bareng sambil menikmati hidangan khas Aceh tersebut menjadi cara warga menjaga hubungan sosial agar tetap erat.
Bagi warga Jeulingke Residen I, Piala Dunia bukan hanya tentang sepakbola dunia, melainkan juga tentang kebersamaan yang dirawat di antara aroma ikan bakar, mie suree, dan kuah beulangong yang mengepul hangat di malam hari. (*)
| Ketika Haji Menjadi Puncak Pengorbanan yang Sesungguhnya |
|
|---|
| Aceh Menunggu Komitmen Pusat |
|
|---|
| Inspektorat Tingkatkan Pengawasan Haji Selama di Mina |
|
|---|
| Shalat Jumat di Aceh Barat? Ini Daftar Khatib dan Imam Jumat yang Bertugas pada 29 Mei 2026 |
|
|---|
| Harga Emas di Langsa Stabil pada Hari Kedua Idul Adha 1447 H, Transaksi Masih Sepi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/suasana-malam-jelang-Piala-Dunia-2026.jpg)