Minggu, 31 Mei 2026

Transportasi

Kerap Melintasi Medan Ekstrem, Pekerja Kebun Sawit Dibekali Edukasi Berkendara Aman

Berkendara di jalan tanah dengan permukaan berbatu dan berpasir merupakan rutinitas sehari-hari bagi para pekerja sektor perkebunan. Kondisi

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/HO
PEKERJA SAWIT - Para pekerja PT KTS saat mengikuti pelatihan keselamatan berkendara di Aceh Barat, beberapa hari lalu. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Berkendara di jalan tanah dengan permukaan berbatu dan berpasir merupakan rutinitas sehari-hari bagi para pekerja sektor perkebunan. Kondisi medan yang jauh dari sentuhan aspal menuntut kewaspadaan tinggi, khususnya bagi pekerja kebun kelapa sawit yang menggunakan sepeda motor sebagai sarana utama mobilitas.

Selain dituntut menjaga kondisi fisik agar tetap prima, para pekerja juga diwajibkan menggunakan perlengkapan keselamatan (safety gear) saat berkendara. Hal tersebut disampaikan Irwanto, PIC S.H.E (Safety, Health & Environment) PT Karya Tanah Subur (KTS), perusahaan perkebunan kelapa sawit yang tergabung dalam Astra Group dan beroperasi di Aceh Barat.

“Perlengkapan seperti helm, pakaian berlengan panjang, serta sepatu boot wajib digunakan saat beraktivitas, baik di lingkungan kerja maupun di sekitar tempat tinggal,” ujar Irwanto.

Baca juga: Harga TBS Sawit di Aceh Jaya Masih Stagnan, Apkasindo Tunggu Sikap PKS Jalankan Instruksi Wamentan

Menurutnya, pelatihan dan sosialisasi keselamatan berkendara telah menjadi modul wajib yang diberikan secara berkala setiap tahun kepada seluruh karyawan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi untuk mencegah kecelakaan kerja yang dapat berdampak pada keselamatan pekerja sekaligus menurunkan produktivitas perusahaan.

Pelatihan keselamatan berkendara tersebut dilaksanakan beberapa hari menjelang Idul Adha, tepatnya Kamis (2/5/2026), bertempat di ruang pelatihan dan area halaman kebun PT Karya Tanah Subur, Aceh Barat.

Kegiatan ini melibatkan tim instruktur safety riding dari Capella Honda, yang selama ini menjadi mitra dalam penyelenggaraan pelatihan keselamatan berkendara di berbagai kalangan masyarakat.

Sebanyak sekitar 30 orang peserta mengikuti pelatihan ini, yang terdiri dari perwakilan mandor kebun dari masing-masing afdeling. Para peserta diharapkan ke depan dapat menjadi agen internal keselamatan berkendara, khususnya dalam memberikan edukasi kepada para pemanen saat menggunakan sepeda motor dan membawa peralatan kerja selama proses perawatan dan panen.

“Secara teori, kecelakaan dapat dicegah apabila pengendara memiliki sensitivitas tinggi dalam mengenali potensi bahaya, serta memiliki kesadaran dan persiapan yang cukup sebelum berkendara,” ujar Reza Novendri, Koordinator Instruktur Safety Riding Capella Honda sekaligus pemateri dalam kegiatan tersebut.

Dalam pelatihan ini, peserta dibekali modul bertema “Cari Aman – Kontrol Emosi”, yang bertujuan agar pengendara tetap fokus dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan yang berisiko saat berkendara.

Selain penyampaian materi teori, para peserta juga mengikuti sesi praktik yang meliputi teknik pengereman, menjaga keseimbangan, teknik berbelok, serta simulasi berkendara menggunakan Honda Riding Trainer (HRT). Simulator ini memberikan sensasi berkendara virtual yang aman dan dirancang untuk melatih kemampuan prediksi bahaya di jalan.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, manajemen perusahaan berharap para pekerja dapat semakin berhati-hati, disiplin, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain saat berkendara di lingkungan kerja maupun di jalan umum.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved