Kupi Beungoh
Sepucuk Surat untukmu, Pancasila
Engkau lahir bukan sekadar sebagai pemenuh syarat formalitas sebuah negara berdiri, bukan pula sekadar hiasan konstitusi. Tujuan kelahiranmu begitu
Tolong, tetaplah hidup dan bertahanlah sedikit lebih lama lagi. Jangan biarkan dirimu mati menjadi teks kaku dalam buku sejarah yang berdebu atau sekadar hafalan wajib tanpa makna bagi anak-anak sekolah.
Jadilah roh yang bergetar, jiwa yang berdenyut, dan hati nurani yang hidup dalam setiap napas kepemimpinan serta langkah kaki kami di bumi pertiwi ini.
Semoga pancaran cahyamu tidak redup untuk terus menuntun kami keluar dari kegelapan egoisme kelompok, keserakahan personal, dan dendam politik, agar persatuan serta keadilan yang sejati benar-benar membumi di atas tanah Nusantara yang kian menua ini.
Selamat hari lahir, Pancasila. Maafkan anak-anak bangsamu yang teledor ini, dan tolong jangan pernah lelah atau menyerah untuk menjaga Indonesia.
Baca juga: Menagih Kebijakan Berbasis Bukti di Aceh
Di tengah badai ujian, air mata penyesalan, dan segala kekurangan yang kami miliki, kami berjanji akan terus berjuang membenahi diri dan merawatmu demi tegaknya martabat bangsa.
Perjuangan ini memang berat, tetapi arah kompasmu tidak akan pernah kami lepas. Yakin Usaha Sampai!
Panga, 1 Juni 2026
*) PENULIS adalah Alumni Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah IAIN/UIN Ar-Raniry dan Juga Mahasiswa Aktif PPS Magister Administrasi Publik (MAP) Universitas Iskandar Muda.
| Regenerasi Kepemimpinan Fakultas: Smart Humanocracy Governance |
|
|---|
| Janji Helsinki Belum Lunas: Menimbang Suara Delapan Fraksi dalam Revisi UUPA |
|
|---|
| Surga Tersembunyi di Lembah Beutong, Irigasi Ulee Jalan Menjelma Jadi Objek Wisata Lokal |
|
|---|
| Tarik Ulur Gas Andaman: Akankah Pemerintah RI Korbankan Masa Depan Industri Aceh? |
|
|---|
| Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal Daerah di Tengah Dinamika Global |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Maimun-Panga-83ie.jpg)