Kamis, 4 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Pimpinan MPU Aceh Temui Gubernur, Ini yang Dibahas

Ketua MPU Aceh, Tgk Faisal Ali atau yang akrab disapa Abu Faisal mengatakan, salah satu hal yang dibahas yakni terkait penetapan Aceh

Tayang:
Penulis: Sara Masroni | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/HO/serambinews
Ketua, Tgk Faisal Ali bersama jajaran pimpinan MPU Aceh saat melakukan kunjungan silaturahmi dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf di Ruang Adat Pendopo Gubernur Aceh, Rabu (3/6/2026). Dalam pertemuan tersebut turut dibahas sejumlah isu aktual di Aceh, mulai dari persiapan MTQ Nasional 2028 hingga pemulihan pascabanjir. 

Ketua MPU Aceh, Tgk Faisal Ali atau yang akrab disapa Abu Faisal mengatakan, salah satu hal yang dibahas yakni terkait penetapan Aceh

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pimpinan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh berkunjung silaturahmi dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Ruang Adat Pendopo Gubernur Aceh, Rabu (3/6/2026). 

Dalam pertemuan tersebut, pimpinan MPU Aceh Tgk H Faisal Ali, Tgk H Hasbi Al Bayuni, Prof Dr Tgk H Muhibbuththabary MAg, Dr Tgk H Muhammad Hatta Lc MEd, serta Kepala Sekretariat MPU Aceh Zahrol Fajri SAg MH turut mendiskusikan sejumlah isu aktual yang berkembang di tengah masyarakat Aceh bersama Pemerintah Aceh. 

Hadir juga Asisten I Setda Aceh, Plt Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Karo Isra, dan Karo Adpim Setda Aceh.

Ketua MPU Aceh, Tgk Faisal Ali atau yang akrab disapa Abu Faisal mengatakan, salah satu hal yang dibahas yakni terkait penetapan Aceh sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional tahun 2028. 

Baca juga: Ketua MPU Aceh Ajak Umat Islam Perbanyak Qunut Nazilah untuk Perdamaian Timur Tengah

“Dengan ditetapkannya Aceh sebagai tuan rumah MTQ 2028, kami meminta segera dibentuk panitia lokal untuk menindaklanjuti berbagai persiapan,” ujar Abu Faisal.

Selain itu, MPU Aceh juga meminta penguatan kembali Instruksi Gubernur (Ingub) terkait pelaksanaan shalat berjamaah di lingkungan dinas dan Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA). 

Pihaknya juga turut mendorong percepatan penetapan Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh berkaitan dengan dua hal tersebut, MTQ dan syiar Ingub shalat berjamaah.

Dalam kesempatan itu, pimpinan MPU Aceh juga menyampaikan kondisi pemulihan pascabanjir di sejumlah daerah yang dinilai masih berjalan lambat, terutama terkait perbaikan sekolah, jalan, dan jembatan.

Selain itu, mereka turut menyoroti persoalan dana Baitul Mal yang dinilai masih kaku, sehingga berpotensi menimbulkan Silpa, sementara masyarakat miskin dinilai sangat membutuhkan bantuan.

Di sisi lain, Pimpinan MPU Aceh juga mengangkat isu kerusakan hutan dan lingkungan serta penggunaan zat berbahaya yang dinilai dapat merusak generasi muda Aceh. 

Tak hanya itu, para ulama ini menyinggung adanya upaya menghilangkan hak keistimewaan Aceh dalam hal sertifikasi halal.

Menurut Abu Faisal, Gubernur Aceh memberikan respons positif terhadap berbagai masukan yang disampaikan pimpinan MPU Aceh

Ia menambahkan, meski berlangsung dalam suasana santai dan penuh canda, pertemuan tersebut tetap berjalan serius dan membahas berbagai isu penting terkait Aceh. 

“Pak Gubernur mengucapkan terima kasih dan merespons positif berbagai hal yang kami sampaikan,” pungkasnya.(*)

Baca juga: Kerja Malam Bagi Perempuan Dibolehkan, Ini Syarat dari MPU Banda Aceh

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved