Berita Banda Aceh
Pimpinan MPU Aceh Temui Gubernur, Ini yang Dibahas
Ketua MPU Aceh, Tgk Faisal Ali atau yang akrab disapa Abu Faisal mengatakan, salah satu hal yang dibahas yakni terkait penetapan Aceh
Penulis: Sara Masroni | Editor: Nur Nihayati
Ketua MPU Aceh, Tgk Faisal Ali atau yang akrab disapa Abu Faisal mengatakan, salah satu hal yang dibahas yakni terkait penetapan Aceh
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pimpinan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh berkunjung silaturahmi dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Ruang Adat Pendopo Gubernur Aceh, Rabu (3/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, pimpinan MPU Aceh Tgk H Faisal Ali, Tgk H Hasbi Al Bayuni, Prof Dr Tgk H Muhibbuththabary MAg, Dr Tgk H Muhammad Hatta Lc MEd, serta Kepala Sekretariat MPU Aceh Zahrol Fajri SAg MH turut mendiskusikan sejumlah isu aktual yang berkembang di tengah masyarakat Aceh bersama Pemerintah Aceh.
Hadir juga Asisten I Setda Aceh, Plt Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Karo Isra, dan Karo Adpim Setda Aceh.
Ketua MPU Aceh, Tgk Faisal Ali atau yang akrab disapa Abu Faisal mengatakan, salah satu hal yang dibahas yakni terkait penetapan Aceh sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional tahun 2028.
Baca juga: Ketua MPU Aceh Ajak Umat Islam Perbanyak Qunut Nazilah untuk Perdamaian Timur Tengah
“Dengan ditetapkannya Aceh sebagai tuan rumah MTQ 2028, kami meminta segera dibentuk panitia lokal untuk menindaklanjuti berbagai persiapan,” ujar Abu Faisal.
Selain itu, MPU Aceh juga meminta penguatan kembali Instruksi Gubernur (Ingub) terkait pelaksanaan shalat berjamaah di lingkungan dinas dan Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).
Pihaknya juga turut mendorong percepatan penetapan Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh berkaitan dengan dua hal tersebut, MTQ dan syiar Ingub shalat berjamaah.
Dalam kesempatan itu, pimpinan MPU Aceh juga menyampaikan kondisi pemulihan pascabanjir di sejumlah daerah yang dinilai masih berjalan lambat, terutama terkait perbaikan sekolah, jalan, dan jembatan.
Selain itu, mereka turut menyoroti persoalan dana Baitul Mal yang dinilai masih kaku, sehingga berpotensi menimbulkan Silpa, sementara masyarakat miskin dinilai sangat membutuhkan bantuan.
Di sisi lain, Pimpinan MPU Aceh juga mengangkat isu kerusakan hutan dan lingkungan serta penggunaan zat berbahaya yang dinilai dapat merusak generasi muda Aceh.
Tak hanya itu, para ulama ini menyinggung adanya upaya menghilangkan hak keistimewaan Aceh dalam hal sertifikasi halal.
Menurut Abu Faisal, Gubernur Aceh memberikan respons positif terhadap berbagai masukan yang disampaikan pimpinan MPU Aceh.
Ia menambahkan, meski berlangsung dalam suasana santai dan penuh canda, pertemuan tersebut tetap berjalan serius dan membahas berbagai isu penting terkait Aceh.
“Pak Gubernur mengucapkan terima kasih dan merespons positif berbagai hal yang kami sampaikan,” pungkasnya.(*)
Baca juga: Kerja Malam Bagi Perempuan Dibolehkan, Ini Syarat dari MPU Banda Aceh
| Pimpinan MPU Aceh Temui Gubernur, Bahas Tuan Rumah MTQ Nasional hingga Pemulihan Pascabanjir |
|
|---|
| Oknum Polisi Diperiksa Propam, Gegara Minta Penangguhan Terduga Khalwat |
|
|---|
| 32 Siswa SMAN Unggul Subulussalam Lulus PTN Jalur Talenta, Peringkat 1 di USK |
|
|---|
| 169 Lulusan FKIP UBBG Diyudisium, Dekan Nyatakan Lulusan Jadi Representasi Mutu Fakultas |
|
|---|
| Rektor UIN Ar-Raniry Sebut Buku “Polda Aceh Meutuah” Bisa Jadi Referensi Bacaan Mahasiswa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/MPU-Aceh-0406.jpg)