Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Majelis Seniman Aceh Dorong Dialog Bahas Masa Depan Budaya Aceh

Salah satu agenda penting yang perlu dibahas adalah kepastian alokasi program kebudayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA)

Tayang:
Editor: Subur Dani
Dok SERAMBINEWS.COM/HO
Sekretaris Jenderal Masyarakat Seniman Aceh (MaSA), Thayeb Loh Angen 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sekretaris Jenderal Masyarakat Seniman Aceh (MaSA), Thayeb Loh Angen, meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menyiapkan forum atau meja khusus untuk membahas arah dan masa depan kebudayaan Aceh secara berkelanjutan.

Menurut Thayeb, salah satu agenda penting yang perlu dibahas adalah kepastian alokasi program kebudayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) setiap tahun.

Baca juga: Pintu yang Masih Ditanya-tanya, Qanun Sudah Berjalan Tanpa Mereka

"Ini salah satu upaya menguatkan kepentingan budaya agar masuk dalam APBA setiap tahun. Kebudayaan tidak boleh hanya menjadi wacana, tetapi harus mendapat dukungan anggaran yang jelas dan berkesinambungan," kata Thayeb Loh Angen kepada media, Kamis (4/6/2026).

Ia menilai keberadaan forum khusus tersebut penting untuk mempertemukan pemerintah, legislatif, serta pelaku budaya dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada pelestarian dan pengembangan kebudayaan Aceh.

Baca juga: Demokrasi Aceh: Antara Kekhususan dan Penyeragaman

Menurut Thayeb, selama ini perhatian terhadap kebutuhan pelaku budaya masih belum maksimal.

Akibatnya, banyak kegiatan kebudayaan dan upaya pelestarian warisan budaya dilakukan secara mandiri oleh masyarakat dan komunitas seni.

Baca juga: LDC UIN Ar-Raniry Kenalkan Beasiswa Monash University Australia kepada Siswa Madrasah di Aceh

"Selama ini pelaku budaya lebih banyak bergerak dengan kemampuan sendiri. Padahal kebudayaan merupakan identitas dan kekuatan peradaban Aceh yang seharusnya mendapat perhatian serius dari pemerintah," ujarnya.

Ia berharap Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh bersama DPRA dapat membuka ruang dialog yang lebih intensif dengan komunitas budaya, sehingga berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi pelaku seni dan budaya dapat diakomodasi dalam kebijakan daerah.

Baca juga: Daftar Khatib dan Imam Jumat di Meulaboh Aceh Barat pada 5 Juni 2026

Thayeb menegaskan, keberpihakan terhadap sektor kebudayaan tidak hanya penting untuk menjaga warisan leluhur, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam memperkuat identitas Aceh di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, tanpa dukungan kebijakan dan anggaran yang memadai, banyak potensi budaya Aceh terancam sulit berkembang secara optimal.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved