Minggu, 7 Juni 2026

Berita Aceh Utara

Dari Geunta Alam ke Sibrok Blang Pha, Kisah Grup Rapai Pase Bertahan Saat Konflik, Tsunami & Banjir

Dentuman Rapai Pase dari Desa Blang Pha, Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, barangkali tidak lagi seramai masa kejayaannya puluhan tahun lalu

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Foto kolase Ketua Grup Rapai Pase Sibrok Blang Pha Kecamatan Seunuddon Kabupaten Aceh Utara Zamanhuri alias Moris dan pengurus memasang membran rapai. 

Namun berbeda dengan masa konflik dan pandemi, kali ini mereka memilih tetap bertahan.

Meski harus menghadapi berbagai keterbatasan, latihan tetap berlangsung sebagai bentuk komitmen menjaga warisan budaya yang telah diwariskan turun-temurun.

Aktif mengikuti kegiatan budaya

Saat ini Grup Rapai Sibrok Blang Pha masih aktif mengikuti berbagai kegiatan budaya dan kompetisi Rapai Pase atau meuroh di berbagai daerah, mulai dari Aceh Utara, Langsa hingga Banda Aceh.

Bagi Moris, menjaga rapai bukan sekadar hobi atau kegiatan seni semata. Di balik setiap dentuman rapai terdapat amanah leluhur yang harus diteruskan kepada generasi berikutnya.

Karena itu, ia mengaku rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran bahkan biaya pribadi demi memastikan tradisi tersebut tetap hidup.

"Ini budaya indatu yang diwariskan kepada kita. Kami berupa menjaganya," pungkasnya.(*)

Baca juga: Panggung Seniman Aceh Dinilai Kian Menyempit, Budayawan Minta Kebudayaan Jadi Prioritas Pembangunan

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved