Berita Aceh Utara
Dari Geunta Alam ke Sibrok Blang Pha, Kisah Grup Rapai Pase Bertahan Saat Konflik, Tsunami & Banjir
Dentuman Rapai Pase dari Desa Blang Pha, Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, barangkali tidak lagi seramai masa kejayaannya puluhan tahun lalu
Penulis: Jafaruddin | Editor: Muhammad Hadi
Namun berbeda dengan masa konflik dan pandemi, kali ini mereka memilih tetap bertahan.
Meski harus menghadapi berbagai keterbatasan, latihan tetap berlangsung sebagai bentuk komitmen menjaga warisan budaya yang telah diwariskan turun-temurun.
Aktif mengikuti kegiatan budaya
Saat ini Grup Rapai Sibrok Blang Pha masih aktif mengikuti berbagai kegiatan budaya dan kompetisi Rapai Pase atau meuroh di berbagai daerah, mulai dari Aceh Utara, Langsa hingga Banda Aceh.
Bagi Moris, menjaga rapai bukan sekadar hobi atau kegiatan seni semata. Di balik setiap dentuman rapai terdapat amanah leluhur yang harus diteruskan kepada generasi berikutnya.
Karena itu, ia mengaku rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran bahkan biaya pribadi demi memastikan tradisi tersebut tetap hidup.
"Ini budaya indatu yang diwariskan kepada kita. Kami berupa menjaganya," pungkasnya.(*)
Baca juga: Panggung Seniman Aceh Dinilai Kian Menyempit, Budayawan Minta Kebudayaan Jadi Prioritas Pembangunan
| Kisah Rapai Sibrok yang Telah Sejak Abad ke-19, Sempat tak Dianggap Kini Malah Jadi Primadona |
|
|---|
| Tak Dianggap di Masa Lalu, Rapai Sibrok dari Tualang Peninggalan Syekh Abad ke-19, Kini Primadona |
|
|---|
| Hujan Badai Landa Sejumlah Kecamatan di Aceh Utara, Belasan Rumah Rusak & Pengendara Wanita Terluka |
|
|---|
| Kerusakan Huntara Akibat Angin Kencang di Langkahan Aceh Utara Bertambah, Kini Jadi 69 Unit |
|
|---|
| Karyawan Kebun Cot Girek Kecewa Audiensi dengan Bupati Gagal Gegara Ayahwa Dinas Luar Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rapai-pase_aceh-utara_2026.jpg)