Minggu, 7 Juni 2026

Info Haji

Wabup Abdya Bersantap Kari Kambing & Kuah Boh Labu Khas Pidie di Rumah Diaspora Aceh di Mekkah

“Silaturahmi ini bukan sekadar jamuan makan siang, tetapi menjadi bukti kuatnya ikatan persaudaraan orang Aceh

Tayang:
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/serambinews
MAKAN SIANG - Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) bersama Tokoh Diaspora Aceh Teungku Syeikh Sulaiman Al-Asyi atau yang akrab disapa Cek Man, di kediamannya di kawasan Syaraya, Mekkah, Sabtu (6/6/2026). 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia 
Masrian Mizani I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Wabup Abdya), Zaman Akli, menghadiri undangan makan siang di kediaman Teungku Syeikh Sulaiman Al-Asyi atau yang akrab disapa Cek Man—tokoh diaspora Aceh yang telah lama menetap dan menjadi warga negara Arab Saudi. 

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Syaraya, Mekkah, Sabtu (6/6/2026), berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan khas Aceh.

Dalam suasana silaturahmi yang sarat nilai kebersamaan, Wakil Bupati Abdya bersama para petugas dan jamaah haji Aceh disambut langsung oleh Cek Man beserta keluarga. 

Keakraban semakin terasa, karena seluruh anggota keluarga Cek Man masih fasih bertutur dalam bahasa Aceh, sehingga menghadirkan suasana yang mengingatkan para tamu dari kampung halaman.

Baca juga: Bertemu Nazhir Baitul Asyi Keturunan Aceh di Mekkah, Ayo Belajar Wakaf ke Saudi

Cek Man dan istrinya, Dahniar, merupakan perantau asal Kong Kong (Dayah Baro), Mukim Gampong Aree, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie. 

Pasangan yang telah menetap di Mekkah sejak tahun 1960-an tersebut dikenal luas sebagai keluarga dermawan yang setiap tahun membuka pintu rumah mereka untuk menyambut jamaah haji, umrah, pelajar, dan mahasiswa asal Aceh.

Beragam hidangan khas Aceh tersaji di meja makan, mulai dari kari kambing boh labu khas Pidie, kuah beulangong, kuah leumak, keumamah, ikan bandeng tumis, dendeng daging, engkot muloh, keurupuk mulieng, boh reuteuk tumis, hingga berbagai menu tradisional Aceh lainnya. 

Kehadiran kuliner khas Tanah Rencong tersebut menjadi pelepas rindu bagi jamaah dan petugas haji Aceh yang telah lebih dari 20 hari berada di Tanah Suci.

Menurut Cek Man, sebagian besar bumbu dan rempah yang digunakan masih berasal dari Aceh. 

Bahkan, bahan-bahan seperti keumamah dikirim langsung dari Aceh, sementara tanaman seperti on temurui (daun kari), oen murong (daun kelor), dan oen seukee (pandan) ditanam sendiri di sekitar kediamannya di Mekkah dari benih yang dibawa dari kampung halaman.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Abdya Zaman Akli menyampaikan apresiasi dan rasa hormat kepada Cek Man beserta keluarga yang selama puluhan tahun terus menjaga identitas, budaya, dan tradisi Aceh di perantauan.

“Silaturahmi ini bukan sekadar jamuan makan siang, tetapi menjadi bukti kuatnya ikatan persaudaraan orang Aceh di mana pun berada," ucapnya. 

"Kehangatan yang diberikan oleh Cek Man dan keluarga menjadi kebanggaan bagi masyarakat Aceh serta memberikan kenyamanan bagi jamaah yang sedang menjalankan ibadah di Tanah Suci,” tambah Zaman Akli.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved