Berita Banda Aceh
PSSI Perketat Pengawasan Tarkam di Aceh, Pelanggar Terancam Sanksi
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Aceh akan memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan regulasi pada seluruh turnamen sepak bola yang
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- PSSI Aceh akan memperketat pengawasan penerapan regulasi pada seluruh turnamen sepak bola, termasuk turnamen kampung (tarkam), dan menyiapkan sanksi bagi perangkat pertandingan yang mengabaikan aturan.
- Sesuai Surat Edaran, setiap tim wajib dipimpin pelatih berlisensi minimal D-PSSI dan memainkan minimal satu pemain muda kelahiran 2007–2010.
- Regulasi ini bertujuan meningkatkan kualitas kompetisi dan pembinaan usia muda, seiring persiapan Piala Soeratin 2026 kategori U-13, U-15, dan U-17.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Aceh akan memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan regulasi pada seluruh turnamen sepak bola yang berlangsung di Aceh.
Termasuk turnamen kampung (Tarkam), istilah untuk turnamen sepak bola di luar liga profesional.
Sekretaris Umum PSSI Aceh, Nazaruddin, mengingatkan seluruh perangkat pertandingan di tingkat kabupaten dan kota agar menjalankan tugas sesuai regulasi yang telah ditetapkan organisasi.
Ia menegaskan akan memberikan sanksi kepada perangkat pertandingan yang mengabaikan atau tidak menerapkan aturan yang telah dituangkan dalam surat edaran sebelumnya.
"PSSI Aceh mengingatkan kepada seluruh perangkat pertandingan agar menjalankan tugas sesuai dengan surat edaran yang telah diterbitkan sebelumnya.
Jika tidak dijalankan, tentu akan ada sanksi sesuai ketentuan yang berlaku," kata Nazaruddin, dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).
Baca juga: Viral, Liga Tarkam di Aceh Timur Ricuh, Wasit dan Pemain Adu Jotos
Ia menjelaskan, pengawasan tidak hanya menyasar klub peserta, tetapi juga seluruh perangkat pertandingan, termasuk wasit, pengawas pertandingan, panitia pelaksana, dan pihak terkait lainnya yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi.
Penegasan tersebut, kata Nazaruddin, berkaitan dengan implementasi Surat Edaran Nomor: 023/PSSI-ACEH/IV-2026, yang mewajibkan setiap tim peserta turnamen tingkat kabupaten dan kota dipimpin oleh pelatih dengan lisensi minimal D-PSSI serta memainkan sedikitnya satu pemain muda kelahiran 1 Januari 2007 hingga 30 Desember 2010.
Menurut Nazaruddin, regulasi tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus memperkuat pembinaan sepak bola usia muda di Aceh.
"Kami ingin regulasi ini benar-benar diterapkan di lapangan, bukan hanya menjadi aturan di atas kertas.
Perangkat pertandingan memiliki peran penting dalam memastikan setiap ketentuan berjalan sebagaimana mestinya," ujarnya.
Selain itu, kata dia, PSSI Aceh saat ini juga sedaang mempersiapkan pelaksanaan Piala Soeratin 2026 yang akan mempertandingkan kategori U-13, U-15, dan U-17.
Baca juga: VIDEO Tekel Horor di Final Tarkam, Mantan Pemain Persiraja Akhirul Wahdan Harus Absen 1,5 Tahun
Kompetisi tersebut menjadi salah satu agenda utama pembinaan pemain muda di Aceh.
Nazaruddin menegaskan bahwa seluruh Askab dan Askot PSSI di Aceh diharapkan turut mengawasi pelaksanaan regulasi tersebut serta menyosialisasikannya kepada klub-klub peserta agar tidak terjadi pelanggaran selama kompetisi berlangsung.
"Kami ingin pembinaan berjalan berjenjang dan profesional. Karena itu, seluruh pihak harus mematuhi regulasi yang telah ditetapkan demi kemajuan sepak bola Aceh," katanya. (*)
| Di Jakarta Future Festival 2026, Illiza Sebut Kolaborasi Jadi Kunci Banda Aceh Bangkit dan Mendunia |
|
|---|
| Puluhan Lulusan Sekolah Pascasarjana UBBG Diyudisium, Resmi Menyandang Gelar Magister |
|
|---|
| Gas Andaman Harus Jadi Mesin Industrialisasi Aceh |
|
|---|
| 11 Calon Taruna Akpol Lulus Tes Kesehatan Tahap II di Polda Aceh |
|
|---|
| Dongkrak Perekonomian Aceh, Sekda Bidik Investasi dari Rusia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/PSSI-soal-tarkam.jpg)