Senin, 8 Juni 2026

Berita Nagan Raya

Dinas Perpustakaan Nagan Raya Gelar Bimtek Literasi Informasi bagi Guru

Sementara pada hari kedua, peserta berasal dari pengelola perpustakaan gampong dan pegiat literasi.

Tayang:
Penulis: Rizwan | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/Dok DPK
BIMTEK - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Nagan Raya mengadakan bimtek bagi guru di Aula DPK setempat, Sabtu (6/6/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Nagan Raya menyelenggarakan Bimtek Literasi Informasi bagi 160 peserta.
  • Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi informasi guru dan pustakawan di era digital.
  • Narasumber dari UIN Ar-Raniry memberikan materi mengenai cara menyaring informasi hoaks.
  • Kepala DPK Nagan Raya menekankan pentingnya peran guru dalam membentuk karakter kritis siswa.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Rizwan | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUEDinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Nagan Raya menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi bagi guru, pustakawan, dan pegiat literasi di Aula DPK Nagan Raya pada Sabtu–Minggu (6–7/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Meningkatkan Kemampuan Literasi Informasi di Era Digital” ini diikuti oleh 160 peserta yang terdiri atas guru, pustakawan gampong, dan pegiat literasi.

Bimtek menghadirkan dua narasumber dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh, yakni Wakil Dekan Fakultas Adab dan Humaniora, Dr. Nazaruddin Musa, MLIS, PhD, serta dosen Siti Aminah, MMLS.

Kepala DPK Nagan Raya, Drs. Said Amri, mengatakan bahwa pada hari pertama kegiatan diikuti oleh guru pengelola perpustakaan sekolah mulai dari tingkat PAUD hingga SMA sederajat.

Sementara pada hari kedua, peserta berasal dari pengelola perpustakaan gampong dan pegiat literasi.

Baca juga: Literasi di Tengah Banjir Informasi: Kenapa Kita Mudah Percaya Hoaks?

“Bimtek literasi informasi ini bertujuan menggugah semangat tenaga pendidik dalam menyikapi kenyataan bahwa saat ini kita berada di tengah gempuran arus informasi dari berbagai penjuru yang sulit dibedakan mana yang benar dan mana yang bersifat manipulatif atau hoaks,” ujarnya.

Menurut Said Amri, di sisi lain informasi sangat dibutuhkan dalam berbagai aspek kehidupan dan semakin mudah diakses seiring perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi digital telah mendorong lembaga pengelola perpustakaan berevolusi menjadi gerbang digital sekaligus ruang aman di tengah derasnya arus informasi yang beredar di masyarakat.

“Karena itu, mari bersama-sama memanfaatkan teknologi informasi secara bijak untuk membangun literasi informasi yang edukatif sebagai benteng bagi anak-anak kita dari derasnya informasi hoaks melalui berbagai platform digital yang dapat mendegradasi moral generasi muda di Nagan Raya,” katanya.

Said Amri juga menegaskan bahwa peran guru sebagai pembentuk karakter dan intelektualitas generasi muda melalui pembiasaan berpikir kritis di ruang kelas sangat strategis dalam menghadapi tantangan era digital.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved