Senin, 8 Juni 2026

Berita Aceh Timur

Sembilan Warga Terjangkit DBD, Kecamatan Julok Gencarkan Fogging dan Gotong Royong

Warga diminta menerapkan gerakan 3M Plus untuk memutus rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Tayang:
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/HO
FOGGING - Kecamatan Julok mulai gencarkan gotong royong dan fogging untuk antisipasi DBD Malaria, Senin (8/6/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kecamatan Julok melakukan fogging dan gotong royong massal.
  • Sembilan warga Gampong Blang Paoh Satu terjangkit penyakit DBD.
  • Camat Julok menginstruksikan penerapan gerakan 3M Plus kepada masyarakat.
  • Pasien DBD sempat menjalani perawatan di RSUD Dr Zubir Mahmud.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Pemerintah Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, bergerak cepat menyusul ditemukannya sembilan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah tersebut.

Selain melakukan pengasapan (fogging), pihak kecamatan juga menginstruksikan seluruh keuchik untuk kembali menggalakkan budaya gotong royong guna menjaga kebersihan lingkungan.

Camat Julok, Muhammad Ishak, mengatakan budaya gotong royong merupakan warisan leluhur yang terbukti efektif dalam menjaga kesehatan masyarakat secara bersama-sama.

"Kita sudah lakukan fogging dan sekarang saya juga instruksikan keuchik untuk gotong royong. Karena budaya gotong royong itu warisan indatu. Sudah saatnya kita membudayakan kembali di desa masing-masing. Lingkungan yang bersih akan menghasilkan udara yang sehat dan mencegah berbagai penyakit, seperti DBD serta penyakit kulit," ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Muhammad Ishak memimpin langsung kegiatan gotong royong membersihkan saluran air dan area sekitar Kantor Camat Julok.

Baca juga: 9 Warga Julok Terserang DBD, Mayoritas Santri yang Baru Pulang Kampung

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Selain itu, warga diminta menerapkan gerakan 3M Plus untuk memutus rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

"Buanglah sampah pada tempatnya, jangan sembarangan di halaman atau selokan. Kami mengingatkan masyarakat untuk memberantas sarang nyamuk dengan cara menguras bak air, menutup wadah penampungan air, dan mengubur barang bekas yang berpotensi menampung air hujan," katanya.

Sebelumnya, Puskesmas Julok melaporkan sebanyak sembilan warga Gampong Blang Paoh Satu terjangkit DBD dalam rentang pertengahan Mei hingga awal Juni 2026.

Seluruh pasien sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Zubir Mahmud, Aceh Timur.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, pihak kecamatan segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Aceh Timur untuk melakukan langkah-langkah penanganan dan pencegahan.

Saat ini, petugas telah melakukan fogging di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD. Upaya tersebut juga dibarengi dengan sosialisasi pencegahan penyakit kepada masyarakat secara masif.
 
 
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved