Senin, 8 Juni 2026

Berita Aceh Timur

Warga Indra Makmu Raup Manfaat Ekonomi dari Kebun Sayur Binaan Medco E&P Malaka

Komoditas yang dibudidayakan antara lain kangkung, bayam, terung, mentimun, tomat, sawi, dan cabai.

Tayang:
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/HO
PANEN SAYUR - Program pemberdayaan ini diinisiasi oleh PT Medco E&P Malaka melalui Rumah Pemberdayaan Ibu & Anak (RPIA) yang telah berjalan sejak Oktober 2025 lalu. Ibu-ibu rumah tangga mulai memanen sayur hasil yang ditanam, Senin (8/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Warga Kecamatan Indra Makmu sukses mengelola kebun sayur mandiri di lahan pekarangan rumah
  • Program edukasi budidaya sayuran ini diinisiasi oleh PT Medco E&P Malaka melalui RPIA
  • Peserta mendapatkan bantuan modal berupa bibit, pupuk, dan peralatan pendukung budidaya
  • Program ini berhasil meningkatkan ketahanan pangan keluarga dan memberikan penghasilan tambahan

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Pemanfaatan lahan pekarangan rumah kini menjadi sumber ekonomi baru bagi warga Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur.

Melalui program kebun sayur produktif, masyarakat tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri, tetapi juga memperoleh tambahan penghasilan dari hasil panen yang dijual.

Keberhasilan tersebut dirasakan oleh delapan warga peserta Program Edukasi dan Praktik Budidaya Sayuran yang diinisiasi PT Medco E&P Malaka melalui Rumah Pemberdayaan Ibu dan Anak (RPIA). Program pemberdayaan masyarakat ini telah berjalan sejak Oktober 2025.

Berdasarkan hasil monitoring tim RPIA, para peserta hingga kini tetap aktif dan konsisten merawat berbagai jenis tanaman sayuran di pekarangan rumah masing-masing.

Komoditas yang dibudidayakan antara lain kangkung, bayam, terung, mentimun, tomat, sawi, dan cabai.

Untuk mendukung keberlanjutan program, peserta sebelumnya telah menerima bantuan modal kerja berupa bibit, pupuk, polybag, serta berbagai peralatan budidaya.

Selain itu, pendampingan secara berkala terus dilakukan guna memastikan warga mampu mengembangkan usaha tanam sayur secara mandiri.

Baca juga: PT Medco E&P Raih Penghargaan Serambi Ekraf Awards 2025 Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kreatif

Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn, mengapresiasi konsistensi para peserta dalam menjalankan program tersebut.

Menurutnya, program ini dirancang tidak hanya sebatas pelatihan, tetapi juga untuk membangun keterampilan yang berkelanjutan dan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

“Kami melihat dampak nyata dari program kemandirian pangan ini. Dari hasil monitoring, para peserta sangat konsisten mengelola kebun sayur rumah tangga mereka, bahkan sebagian sudah mulai menghasilkan nilai ekonomi,” ujar Leony.

Ia menambahkan, pemanfaatan pekarangan rumah sebagai kebun produktif merupakan strategi sederhana namun efektif untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang usaha skala rumah tangga.

Manfaat program ini juga dirasakan langsung oleh Yusmiana, peserta asal Desa Jambo Balee. Ia mengaku kini tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli kebutuhan sayur sehari-hari.

“Sekarang kami bisa memenuhi kebutuhan sayur sehari-hari langsung dari kebun sendiri. Sebagian hasil panen juga kami jual kepada warga sekitar untuk menambah penghasilan keluarga,” ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved