Selasa, 9 Juni 2026

Berita Aceh Tamiang

Stok Beras di Aceh Tamiang Mulai Langka, Harga Merangkak Naik

Harga beras di Aceh Tamiang merangkak naik seiring mulai langkanya stok di tingkat pedagang.

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/Rahmad Wiguna
BERAS LANGKA – Kios beras di Pasar Kota Kualasimpang diisi komoditas sayuran oleh pedagang, seiring mulai terbatasnya pasokan beras di Aceh Tamiang, Senin (8/6/2026). 

Ringkasan Berita:Harga beras di Kabupaten Aceh Tamiang mengalami kenaikan akibat mulai langkanya stok di tingkat distributor dan pedagang.
 
Pedagang mengaku kesulitan memperoleh pasokan beras serta membutuhkan modal besar untuk mendapatkan stok, sementara daya beli masyarakat masih rendah pascabanjir.
 
Kondisi ini menambah beban ekonomi warga yang masih bergantung pada bantuan hidup, sehingga pedagang berharap pemerintah turun langsung melihat situasi pasar.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Harga beras di Aceh Tamiang merangkak naik seiring mulai langkanya stok di tingkat pedagang.

Kondisi ini tidak hanya menyusahkan pembeli, tapi juga pedagang yang harus merogoh kocek lebih dalam untuk dijadikan modal.

“Sekarang harga memang naik. Dulu harga Rp225 ribu itu kami jual, sekarang Rp225 ribu malah jadi modal untuk beras premium,” kata pedagang beras di Pasar Kota Kualasimpang, Faisal Senin, (8/6/2026).

Menurut Faisal, persoalan tak berhenti pada kenaikan harga. Stok beras di tingkat distributor disebut semakin sulit diperoleh.

Bahkan, untuk mendapatkan pasokan dalam jumlah tertentu, pedagang harus menyiapkan modal besar.

“Beras sekarang susah didapat. Kalaupun ada, paling tidak harus pegang uang Rp50 juta supaya bisa ambil barang,” ujarnya.

Baca juga: Lesu Pembeli, Harga Ayam Potong Anjlok di Aceh Tamiang, Pedagang Mengeluh

Di tengah situasi itu, daya beli masyarakat justru belum pulih. Faisal menilai kondisi ekonomi warga masih terpukul sejak banjir besar melanda Aceh Tamiang beberapa waktu lalu.

“Kalau sekarang memang kurang pembeli. Semenjak habis banjir, rata-rata masyarakat masih mengharapkan uang jadup,” katanya.

Untuk ukuran premium, harga beras kemasan 20 kilogram kini berada di kisaran Rp165 ribu, sementara kemasan lima kilogram dijual sekitar Rp80 ribu. 

Kenaikan harga ini, kata Faisal, membuat masyarakat berpikir dua kali sebelum membeli kebutuhan pokok tersebut.

Faisal meminta pemerintah turun langsung ke pasar melihat kondisi pedagang yang masih kesulitan bangkit setelah banjir.

Baca juga: Pelaku Industri Parfum di Banda Aceh Dilatih Pengelolaan Keuangan dan Penetapan Harga Jual Produk

Kenaikan harga beras

Menurut dia, kondisi di lapangan jauh dari kata normal, sementara barang dagangan sulit didapat dan pembeli terus berkurang.

“Sesekali datanglah ke pasar, tengok-tengok keadaan kami. Sekarang jualan seperti jualan ecek-ecek, barang pun susah, habis kena banjir,” ujarnya.

Kenaikan harga beras menjadi persoalan baru di tengah upaya pemulihan ekonomi warga Aceh Tamiang

Saat kebutuhan pokok semakin mahal, sebagian masyarakat justru masih bergantung pada bantuan hidup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Sudah Dibuka! Kemensos Rekrut 5.127 PPPK Tendik Sekolah Rakyat, Cek Syarat dan Cara Daftar 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved