Selasa, 9 Juni 2026

Berita Nagan Raya

DLH Nagan Ambil Sampel Air Krueng Tadu, Diduga Tercemar Limbah hingga Bikin Ikan Mati

DLH Nagan Raya bersama tim terkait turun ke Krueng Tadu menindaklanjuti dugaan pencemaran limbah yang menyebabkan banyak ikan mati.

Tayang:
Penulis: Rizwan | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
AMBIL SAMPEL AIR - Tim DLH dan Polres Nagan Raya turun ke Krueng Tadu untuk mengambil sampel air terkait temuan banyak ikan mati di sungai tersebut, Sabtu (6/6/2026). 
Ringkasan Berita:
  • DLH Nagan Raya bersama tim terkait turun ke Krueng Tadu menindaklanjuti dugaan pencemaran limbah yang menyebabkan banyak ikan mati. 
  • Sampel air diambil dari lima titik sungai serta dua pabrik kelapa sawit terdekat dan dikirim ke laboratorium Baristan Banda Aceh untuk diteliti. 
  • Hasil pemeriksaan diharapkan bisa memastikan sumber pencemaran agar segera ditangani.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rizwan I Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nagan Raya telah turun ke Krueng Tadu di Kecamatan Tadu Raya, Sabtu (6/6/2026).

Tim turun untuk menindaklanjuti dugaan pencemaran limbah dan temuan banyak ikan mati sehingga meresahkan masyarakat.

Apalagi, tidak jauh dari lokasi tersebut, terdapat 2 pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) yang beroperasi.

Tim DLH turun mengambil sampel air Krueng Tadu dan dikirim ke Baristan di Banda Aceh pada Senin (8/6/2026), guna diteliti.

Selain tim DLH, juga turun bersama tim Dinas Kelautan Perikanan dan Pangan (DKPP) Nagan Raya dan didampingi Tim Polres Nagan Raya, serta Polsek Tadu Raya.

Kabid Pengawasan DLH Nagan Raya, Awaluddin Betra mengakui, bahwa tim telah turun ke lokasi Krueng Tadu terkait dugaan pencemaran limbah sehingga banyak ikan mati.

Baca juga: Polisi dan DLH Nagan Raya Ambil Sampel Air, Usut Dugaan Pencemaran Limbah di Krueng Tadu

"Sampel air yang diambil telah kita kirim ke Labor Baristan untuk diteliti," ujarnya.

Lima Titik

Disebutkan Awaluddin, titik pengambilan air sampel dilakukan pada 5 lokasi sepanjang Krueng Tadu serta 2 titik di 2 perusahaan.

Dua perusahaan yang diambil sampel air yakni PT Fajar Baizuri dan PT Karisma Iskandar Muda (KIM), karena kedua perusahaan itu tidak jauh dari lokasi tersebut.

"Lokasi temuan ikan mati itu berada di sungai di bagian tengah antara kedua perusahaan tersebut," sebutnya.

Baca juga: Tim Dinkes Nagan Raya Periksa Sampel Air Sumur Warga di Lokasi Banjir

Menurut dia, tim yang turun selain DLH, juga tim DKPP juga guna meneliti terkait ikan yang mati tersebut.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved