Senin, 8 Juni 2026

Berita Aceh Utara

Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang di Aceh Utara Capai 74 Unit, Terparah di Cot Girek

"Angin kencang disertai hujan deras menyebabkan kerusakan rumah warga di Kecamatan Langkahan, Pirak Timu, dan Cot Girek. Wilayah yang paling terdampak

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Foto Dok BPBD Aceh Utara
Rumah warga di Kabupaten Aceh Utara rusak tertimpa pohon kelapa yang tumbang setelah diterpa angin kencang. 

Ringkasan Berita:
  • Jumlah rumah rusak: Total 74 unit rumah rusak akibat angin kencang disertai hujan deras di enam kecamatan.
  • Wilayah terdampak: Kecamatan Cot Girek paling parah dengan 65 rumah rusak, disusul Syamtalira Bayu (3 rumah), Lhoksukon (2 rumah), dan Baktiya Barat (1 rumah).
  • Korban terdampak: Secara keseluruhan, 75 KK atau sekitar 279 jiwa terdampak. Cot Girek menanggung 234 jiwa, Langkahan 33 jiwa, dan Pirak Timu 12 jiwa.
  • Jenis kerusakan: 11 unit rusak berat, 10 unit rusak sedang & 54 unit rusak ringan.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Jumlah rumah warga yang rusak akibat diterjang angin kencang disertai hujan deras di Kabupaten Aceh Utara mencapai 74 unit yang tersebar dalam enam kecamatan.

Dari enam kecamatan yang terdampak, Kecamatan Cot Girek menjadi wilayah dengan kerusakan paling parah dengan total 65 unit rumah mengalami kerusakan.

Data disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara berdasarkan laporan mencapai 68 unit. 

Namun, berdasarkan data yang dihimpun Serambinews.com, kerusakan rumah juga terjadi di Syamtalira Bayu, tiga rumah, Lhoksukon dua rumah dan Baktiya Barat satu Rumah.

Tiga rumah yang rusak di Syamtalira Bayu, dua diantaranya di Desa Blang Seureukuy yaitu, milik Idris Hasyem (53) dengan jumlah tanggungan 6 jiwa. Sedangkan Martunis (39) dengan jumlah tanggungan 3 jiwa.

Sedangkan di Desa Kayee Panyang Kecamatan  Syamtalira Bayu satu rumah milik Razali Hamid (64) dengan jumlah tanggungan dua jiwa.

Kemudian di Kecamatan Lhoksukon dua rumah yang rusak yaitu milik Ramlah (44), seorang petani yang berdomisili di Gampong Mata Ie, serta Jumadi Nurdin (54), seorang nelayan yang tinggal di Gampong Cot U Sibak, Kecamatan Lhoksukon.

Kemudian di Kecamatan Baktiya Barat, rumah Saudah (51), seorang petani/pekebun yang berdomisili di Dusun Lampoh U, Gampong Lang Nibong.

Sementara itu Kepala BPBD Aceh Utara melalui Kabid Darurat dan Logistik, Saifullah, kepada Serambinews.com, Senin (8/6/2026), mengatakan bencana angin kencang terjadi dalam dua gelombang, yakni pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 16.15 WIB dan kembali terjadi pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

"Angin kencang disertai hujan deras menyebabkan kerusakan rumah warga di Kecamatan Langkahan, Pirak Timu, dan Cot Girek. Wilayah yang paling terdampak berada di Kecamatan Cot Girek," kata Saifullah.

Baca juga: Kerusakan Huntara Akibat Angin Kencang di Langkahan Aceh Utara Bertambah, Kini Jadi 69 Unit

Ia menjelaskan, di Kecamatan Cot Girek terdapat delapan gampong yang terdampak, yakni Gampong Cot Girek, Kampung Tempel, U Baro, Alue Leuhop, Ulee Gampong, Matang Teungoh, Beurandang Asan, dan Batu XII.

Angin Kencang Rusak Huntara

Selain rumah warga, angin kencang juga merusak sejumlah rumah hunian sementara (huntara) yang selama ini ditempati korban banjir di Kecamatan Langkahan.

Berdasarkan data BPBD, sebanyak 11 unit rumah dan huntara mengalami rusak berat, 10 unit rusak sedang, serta 54 unit lainnya mengalami rusak ringan.

Secara keseluruhan, bencana tersebut berdampak terhadap 75 kepala keluarga (KK) atau sekitar 279 jiwa yang tersebar di tiga kecamatan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved