Senin, 8 Juni 2026

Dapur MBG Tutup Operasional

Tersendat Pencairan Dana, Sejumlah SPPG di Aceh Stop Operasional Sementara

Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Aceh, Mustafa Kamal, membenarkan adanya penghentian operasional sementara tersebut.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
KUNJUNGI DAPUR MBG - Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Muzakir mengunjungi lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gampong Lambhuk, Banda Aceh, Senin (28/4/2025).  

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Aceh menghentikan operasional sementara karena saldo dana operasional pada rekening virtual account (VA) menipis, sementara pencairan dana baru masih dalam proses.
  • Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Aceh, Mustafa Kamal, mengatakan pendataan jumlah SPPG yang terdampak masih dilakukan. 
  • PPG Medan menginstruksikan penghentian sementara operasional jika saldo dana habis dan belum ada pencairan tambahan. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Aceh menghentikan atau stop operasional sementara karena mengalami keterbatasan dana operasional yang tersedia di rekening virtual account (VA) masing-masing satuan kerja.

Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Aceh, Mustafa Kamal, membenarkan adanya penghentian operasional sementara tersebut.

Menurutnya, kondisi itu terjadi karena saldo VA pada beberapa SPPG telah menipis, sementara dana operasional baru masih dalam proses pencairan.

“Bener, pemberhentian OPS (operasional sementara) dikarenakan ada beberapa SPPG yang saldo VA-nya menipis dan belum masuk dana untuk operasional.

Per hari ini sedang diproses pencairan,” kata Mustafa Kamal, saat dikonfirmasi Serambinews.com, Minggu (8/6/2026).

Ia menjelaskan, pihaknya saat ini masih melakukan pendataan terhadap jumlah SPPG yang terdampak. Data dari berbagai wilayah di Aceh direkap dan dilaporkan kepada pihak terkait.

Baca juga: Anggaran Belum Cair, 27 Dapur MBG di Aceh Besar Berhenti Beroperasi, Distribusi ke Sekolah  Terhenti

“Belum ada (data jumlah SPPG yang berhenti operasional sementara). Masih pendataan karena sore ini ada yang masuk dana di VA,” ujarnya.

Mustafa menambahkan, kebijakan penghentian sementara operasional SPPG tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan yang disampaikan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan.

Arahan tersebut disampaikan kepada seluruh koordinator wilayah, koordinator kecamatan, dan kepala SPPG di Aceh maupun Sumatera Utara (Sumut).

Dalam instruksi tersebut, Kepala KPPG Medan, Donal Simanjuntak, menyampaikan bahwa setiap kepala SPPG diminta memastikan ketersediaan dana pada rekening VA masing-masing. 

Apabila saldo telah habis dan dana tambahan belum masuk, operasional diminta dihentikan sementara sambil menunggu proses pencairan.

“Perlu diketahui apabila dana VA tersisa 30 persen dari 500 juta (artinya 150 juta) seharusnya tertopup.

Namun jika dana belum masuk dan sudah habis segera buat lapsus dan laporkan ke sagi 127 (layanan aduan BGN),” tulis Donal dalam instruksinya.

Baca juga: Terkendala Pencairan Dana, 7 SPPG di Aceh Selatan Tidak Beroperasi 

Selain itu, KPPG Medan juga menegaskan bahwa tidak diperbolehkan adanya sistem talangan maupun pembayaran tempo apabila saldo dana operasional telah habis.

SPPG yang masih memiliki sisa dana diperbolehkan menyesuaikan pengadaan bahan baku sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.

“Tidak ada talangan dan tempo (Jika saldo habis),” tegasnya. (*)

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved