Dapur MBG Tutup Operasional
Krisis Dana Operasional, 10 Dapur MBG di Bireuen Stop Operasional
Sebanyak 10 dari 59 dapur program MBG di Bireuen menghentikan operasional sementara sejak Senin (8/6/2026) akibat dana operasional belum cair.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 10 dari 59 dapur program MBG di Bireuen menghentikan operasional sementara sejak Senin (8/6/2026) akibat dana operasional dari BGN belum cair.
- Penghentian layanan diperkirakan berlangsung hingga Selasa (9/6/2026), sementara pengelola berharap pencairan dana segera dilakukan agar aktivitas dapat kembali normal.
- Jika dana operasional diterima dalam waktu dekat, 10 dapur yang tutup diperkirakan bisa kembali beroperasi pada Rabu atau Kamis mendatang.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sebanyak 10 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bireuen terpaksa menghentikan operasional sementara akibat keterbatasan dana operasional yang belum diterima dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Kondisi ini berdampak langsung pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini melayani masyarakat di berbagai wilayah kabupaten tersebut.
Penghentian operasional mulai diberlakukan pada Senin (8/6/2026), dan diperkirakan berlanjut hingga Selasa (9/6/2026).
Para pengelola berharap dana bantuan operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) segera dicairkan agar aktivitas pelayanan dapat kembali berjalan normal dalam beberapa hari ke depan.
Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Bireuen, Ignatia Samosir mengatakan, bahwa saat ini terdapat 59 unit SPPG yang tersebar di berbagai kecamatan.
Namun, dari jumlah tersebut, 10 dapur layanan terpaksa menghentikan aktivitas karena tidak lagi memiliki anggaran yang cukup untuk membiayai kebutuhan harian.
Baca juga: Giliran 10 Dapur MBG di Aceh Barat Tutup Sementara Imbas Dana Operasional belum Cair
“Sebagian SPPG untuk sementara belum dapat beroperasi karena mengalami keterbatasan dana operasional,” beber Ignatia.
“Kami berharap bantuan operasional dari pusat segera masuk sehingga layanan dapat kembali berjalan,” ujarnya kepada Serambinews.com, Senin (8/6/2026).
Menurut Ignatia, keberlangsungan program sangat bergantung pada pencairan dana yang digunakan untuk membeli bahan pangan, membayar biaya distribusi, serta memenuhi berbagai kebutuhan operasional lainnya.
Ketika dana belum tersedia, pengelola mengalami kesulitan untuk melanjutkan aktivitas pelayanan secara maksimal.
Ia menjelaskan, apabila transfer dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) dapat direalisasikan pada Selasa (9/6/2026), maka proses persiapan operasional dapat segera dilakukan.
Dengan demikian, dapur-dapur yang saat ini tutup diperkirakan dapat kembali melayani penerima manfaat pada Rabu atau Kamis mendatang.
Baca juga: Dana Operasional Belum Cair, 6.126 Penerima MBG di Sabang Terdampak
“Jika dana masuk sesuai harapan, maka kemungkinan layanan dapat kembali beroperasi dalam satu hingga dua hari setelah pencairan,” katanya.
dapur MBG tutup operasional
SPPG tutup sementara
Satuan Pengelola Program Gizi (SPPG)
Bireuen
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Dana Operasional belum Cair, Dua SPPG di Aceh Jaya Berpotensi Tutup Sementara |
|
|---|
| Terhitung 8 Juni 2026, 14 SPPG di Aceh Tamiang Berhenti Beroperasi |
|
|---|
| 6 SPPG di Nagan Raya Berhenti Operasional Sementara, Ini Namanya |
|
|---|
| Dana Operasional dari BGN Belum Cair, Dua SPPG di Sabang Stop Sementara |
|
|---|
| 6 SPPG di Kota Langsa Stop Sementara Operasional, Menunggu Pencairan Saldo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/10-dapur-MBG-di-Aceh-Barat-tutup.jpg)