Dapur MBG Tutup Operasional
Dua SPPG di Aceh Jaya Kembali Beroperasi, Distribusi MBG Normal Lagi
Pasalnya, dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sebelumnya menghentikan sementara operasionalnya kembali aktif melayani penerima manfaat.
Penulis: Riski Bintang | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Program MBG di Kabupaten Aceh Jaya kembali berjalan normal setelah dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni Lhok Timon dan Lupe, sempat menghentikan operasional sementara akibat keterlambatan dana dari BGN.
- Gangguan tersebut berdampak pada terhentinya sementara proses pengolahan dan distribusi makanan bagi siswa, meski hanya dua dari 12 dapur SPPG yang terdampak di wilayah Aceh Jaya.
- Setelah dana operasional kembali tersedia, kedua dapur langsung beroperasi normal dan menyalurkan MBG.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Riski Bintang | Aceh Jaya
SERAMBINEWS.COM, CALANG - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di Kabupaten Aceh Jaya kembali berjalan normal.
Pasalnya, dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sebelumnya menghentikan sementara operasionalnya kembali aktif melayani penerima manfaat.
Dua dapur MBG yang sempat terdampak tersebut, yakni SPPG Lhok Timon, Kecamatan Setia Bakti, dan SPPG Lupe, Kecamatan Jaya.
Keduanya sempat menghentikan kegiatan penyediaan serta pendistribusian makanan bergizi sejak 8 Juni 2026 akibat keterlambatan pencairan dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Akibat kendala pendanaan tersebut, proses pengolahan dan penyaluran makanan kepada siswa penerima manfaat di dua kecamatan itu sempat terhenti.
Meski berlangsung dalam waktu singkat, kondisi tersebut berdampak pada jadwal distribusi makanan bergizi yang telah ditetapkan.
Baca juga: Polres Aceh Jaya Kejar Dua Warga Binaan yang Kabur dari Lapas Calang
Namun, setelah dana operasional tersedia, kedua dapur MBG langsung kembali menjalankan aktivitasnya, mulai dari pengadaan bahan pangan, proses memasak, hingga distribusi makanan kepada para siswa.
Koordinator BGN Kabupaten Aceh Jaya, Cut Lisa, mengatakan permasalahan yang menyebabkan penghentian sementara operasional kedua SPPG tersebut kini telah diselesaikan.
“Kedua SPPG yang sebelumnya sempat menghentikan operasional sementara kini sudah kembali berjalan normal setelah persoalan dana operasional dapat diselesaikan,” kata Cut Lisa, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, dari total 12 dapur SPPG yang saat ini beroperasi di berbagai wilayah Aceh Jaya, hanya dua dapur yang terdampak keterlambatan transfer dana.
Sementara dapur lainnya tetap menjalankan pelayanan dan distribusi makanan bergizi seperti biasa.
Cut Lisa menjelaskan, setelah pendanaan tersedia, pengelola dapur segera menyiapkan kebutuhan bahan pangan dan kembali menyalurkan makanan kepada siswa penerima manfaat di Kecamatan Setia Bakti dan Kecamatan Jaya.
Baca juga: DPMPKB Aceh Jaya Terima Tim Penilai BMD, Dukung Tata Kelola Aset Daerah yang Transparan
“Alhamdulillah, saat ini SPPG Lhok Timon dan SPPG Lupe sudah kembali beroperasi. Penyaluran makanan bergizi kepada siswa penerima manfaat juga sudah kembali berjalan seperti biasa,” ujarnya.
Pihak BGN Aceh Jaya menegaskan bahwa keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis sangat bergantung pada kelancaran dukungan dana operasional.
| Di Nagan Raya, Baru 4 SPPG Kantongi SLHS |
|
|---|
| Lima Dapur MBG di Abdya Stop Layanan, Operasional Lanjutan Tunggu Dana BGN |
|
|---|
| Kepala BGN Jawab Isu Dapur MBG Tutup karena Dana Operasional, Nanik: Tidak Ada Masalah |
|
|---|
| 14.667 Penerima Manfaat MBG di Langsa Terdampak, Pasca 6 SPPG Tutup Sementara Operasional |
|
|---|
| 70 Persen Sasaran MBG di Aceh Utara Terlayani, Tiga Kecamatan Masih Tahap Persiapan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Cut-Lisa-10062026.jpg)