Kamis, 11 Juni 2026

Berita Aceh Timur

Supir Truk di Aceh Timur Antri 3 Jam untuk Isi Biosolar, di Riau 5 Jam

Puluhan truk mengantre panjang di sejumlah SPBU di Aceh Timur untuk mendapatkan Biosolar, dengan waktu tunggu mencapai tiga jam bahkan lebih.

Tayang:
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Maulidi Alfata
ANTRI BBM - Sejumlajh truk, pick-up hingga angkutan umum terlihat mengantri untuk mengisi BBM jenis Biosolar di SPBU Idi Rayeuk, Aceh Timur, Kamis (11/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Puluhan truk mengantre panjang di sejumlah SPBU di Aceh Timur untuk mendapatkan Biosolar, dengan waktu tunggu mencapai tiga jam bahkan lebih.
  • Para sopir mengeluhkan antrean yang menghambat distribusi barang dan meminta pemerintah menambah kuota serta memperketat pengawasan penyaluran BBM subsidi.
  • Mereka juga berharap harga Biosolar tidak dinaikkan karena akan semakin membebani pekerja dan pelaku usaha transportasi darat.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Maulidi Alfata | Aceh Timur 

SERAMBINEWS.COM, IDI - Puluhan truk terlihat mengantri di Jalan Nasional Medan-Banda Aceh, tepatnya depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) Idi Rayeuk, untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Biosolar.

Pantauan Serambinews.com pada Kamis (11/6/2026), di lokasi, truk mengantri sampai menjalar keluar hingga 50 meter lebih dari SPBU. 

Antrian itu tidak hanya terjadi di SPBU Idi Rayeuk.

SPBU Peudawa juga mengalami antrian panjang yang dipenuhi oleh truk angkutan barang hingga pick-up dan angkutan umum.

Suhaili, salah seorang sopir truk tangki pembawa tinja menjelaskan, bahwa ia sudah mengantri sejak pukul 6.58 WIB, dan baru bisa mendapatkan Biosolar sekitar pukul 9.39 WIB.

"Sudah dari tadi, jam 6 saya antri untuk ngisi solar,” beber Suhaili.

Baca juga: Antisipasi Panic Buying BBM, Polres Lhokseumawe Terjunkan Personel Amankan Antrian di SPBU

“Kami ingin pemerintah cobalah mempertimbangkan ini, kuota minyak ditambah dan juga pengawasan diperketat, jangan sampai antri mencapai 2 kilo nih," tuturnya.

Suhaili menjelaskan, meskipun harga Biosolar saat ini masih stabil dan terjangkau, namun untuk mendapatkannya sangat susah.

Karena, terjebak antrian panjang tersebut harus dirasakan oleh para sopir truk seperti Suhaili setiap harinya.

"Mulai dari setelah banjir, keadaan di Aceh Timur sudah seperti ini, sering terjadi antrian di semua SPBU, tidak hanya di Idi Rayeuk," paparnya.

Ia juga meminta agar BBM jenis Biosolar tidak naik harganya.

Sebab, jika harga BBM subsidi itu naik, maka para supir dan pekerja kasar atau buruh di bidang jasa transportasi, akan sangat terjepit.

“Parah pak parahhh... Kalau sampai solar naik, parah ini pakk," jerit Suhaili.

Baca juga: Tengah Malam Pemerintah Diam-diam Naikan Harga BBM, Pertamina: Sudah Diputuskan Regulator

Hambat Pekerjaan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved