Rabu, 17 Juni 2026

Berita Pidie

Buku di Dispersip Pidie Dibedah, Pentingnya Merawat Sejarah Lokal & Leterasi

Buku bacaan di Dinas Perpustakaan dan Arsip atau Dispersip Pidie dibedah. 

Tayang:
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: IKL
for serambinews
Peserta dari Pidie Jaya mengajukan pertanyaan saat bedah buku di Dispersip Pidie. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia

Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Buku bacaan di Dinas Perpustakaan dan Arsip atau Dispersip Pidie dibedah. 

Buku berjudul Ensikplopedia Budaya Pidie, yang dibedah dengan menghadirkan narasumber adalah Junaidi Ahmad, SAg MH,  Muhammad Syawal Djamil dan Riazul Iqbal.

Pembedahan buku diawal pukul 09.00 WIB, yang narasumber lebih dominan membahas pentingnya literasi, sejarah dan pelestarian budaya daerah melalui buku.

Kegiatan itu dibuka Kepala Dispersip Pidie, selaku moderator hingga MC, Turno Junaidi, SKM MKM, diawali dengan registrasi peserta.  

Selanjutnya, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Himne Aceh, Mars Perpustakaan, pembacaan doa dan sambutan pembukaan. 

Kegiatan itu dilanjutkan dengan sesi bedah buku dengan menampilkan tiga narasumber. 

Pegiat literasi budaya juga penulis buku Kupiah Meukutob Warisan Raja Diraja, Muhammad Syawal Djamil,  antara lain mengatakan, pentingnya keberadaan Ensiklopedia Pidie sebagai sumber pengetahuan. Juga pelestarian identitas daerah yang kuat. 

Ia menyebutkan, tiga alasan utama terhadap keberadaan buku Ensiklopedia Pidie dinilainya penting. 

Menurutnya, buku tersebut menjadi energi bagi generasi muda, agar terus menjaga warisan budaya yang sebagai kekayaan masyarakat Pidie. 

"Buku itu untuk memperkuat identitas daerah melalui pemahaman terhadap sejarah lokal. Juga untuk memperteguh modal sosial yang tentu sangat berharga dalam merancang masa depan Pidie” tegas Syawal.

Riazul Iqbal, mengungkapkan, eksistensi buku ensiklopedia, tentunya memiliki nilai strategis. Selain itu,  harus menjadi sumber referensi bagi generasi muda sebagai pemegang tongkat estafet. 

“Buku ensiklopedia itu merupakan buku penting, yang meninggalkan pesan bagi generasi muda Pidie," tegasnya. 

Junaidi Ahmad, menjelaskan, pentingnya budaya menulis dimiliki generasi muda Pidie. Tak hanya itu, tunas muda Pidie harus mendokumentasikan pengalaman hidup, yang merupakan sebagai warisan pengetahuan.

Junaidi Anwar
Tgk Junaidi Ahmad, membahas pentingnya menulis disela-sela membedah buku di Dispersip Pdie.
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved