Berita Pidie
Buku di Dispersip Pidie Dibedah, Pentingnya Merawat Sejarah Lokal & Leterasi
Buku bacaan di Dinas Perpustakaan dan Arsip atau Dispersip Pidie dibedah.
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: IKL
Laporan Wartawan Serambi Indonesia
Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Buku bacaan di Dinas Perpustakaan dan Arsip atau Dispersip Pidie dibedah.
Buku berjudul Ensikplopedia Budaya Pidie, yang dibedah dengan menghadirkan narasumber adalah Junaidi Ahmad, SAg MH, Muhammad Syawal Djamil dan Riazul Iqbal.
Pembedahan buku diawal pukul 09.00 WIB, yang narasumber lebih dominan membahas pentingnya literasi, sejarah dan pelestarian budaya daerah melalui buku.
Kegiatan itu dibuka Kepala Dispersip Pidie, selaku moderator hingga MC, Turno Junaidi, SKM MKM, diawali dengan registrasi peserta.
Selanjutnya, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Himne Aceh, Mars Perpustakaan, pembacaan doa dan sambutan pembukaan.
Kegiatan itu dilanjutkan dengan sesi bedah buku dengan menampilkan tiga narasumber.
Pegiat literasi budaya juga penulis buku Kupiah Meukutob Warisan Raja Diraja, Muhammad Syawal Djamil, antara lain mengatakan, pentingnya keberadaan Ensiklopedia Pidie sebagai sumber pengetahuan. Juga pelestarian identitas daerah yang kuat.
Ia menyebutkan, tiga alasan utama terhadap keberadaan buku Ensiklopedia Pidie dinilainya penting.
Menurutnya, buku tersebut menjadi energi bagi generasi muda, agar terus menjaga warisan budaya yang sebagai kekayaan masyarakat Pidie.
"Buku itu untuk memperkuat identitas daerah melalui pemahaman terhadap sejarah lokal. Juga untuk memperteguh modal sosial yang tentu sangat berharga dalam merancang masa depan Pidie” tegas Syawal.
Riazul Iqbal, mengungkapkan, eksistensi buku ensiklopedia, tentunya memiliki nilai strategis. Selain itu, harus menjadi sumber referensi bagi generasi muda sebagai pemegang tongkat estafet.
“Buku ensiklopedia itu merupakan buku penting, yang meninggalkan pesan bagi generasi muda Pidie," tegasnya.
Junaidi Ahmad, menjelaskan, pentingnya budaya menulis dimiliki generasi muda Pidie. Tak hanya itu, tunas muda Pidie harus mendokumentasikan pengalaman hidup, yang merupakan sebagai warisan pengetahuan.
| Universitas Jabal Ghafur Lantik Pimpinan Tiga Fakultas Periode 2026–2030 |
|
|---|
| Ibu dan Anak Meninggal Dalam Kecelakaan Bus JRG di Pidie, Korban Baru Dilantik PPPK Paruh Waktu |
|
|---|
| Dua Kadis di Pidie Dinonaktifkan dari Jabatan, Pemkab Evaluasi Jajarannya |
|
|---|
| Polres Pidie Gelar Anjangsana, Silaturahmi dengan Purnawirawan, Warakawuri dan Personel Sakit |
|
|---|
| Bupati Pidie Nonaktifkan Kadis Pendidikan dan Kalak BPBD, Jubir: Demi Tingkatkan Kinerja Birokrasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dispersip-pidie-09.jpg)