Kamis, 18 Juni 2026

Stunting

Aceh Barat Percepat Penurunan Stunting Lewat Inovasi Sistem Peringatan Dini Gizi

Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, membuka kegiatan Gerakan Aceh Barat Tanggap Risiko Stunting: Sosialisasi Sistem Early Warning Gizi 1.000

Tayang:
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/diskominsa
RISIKO STUNTING - Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, SH, membuka kegiatan Gerakan Aceh Barat Tanggap Risiko Stunting: Sosialisasi Sistem Early Warning Gizi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk Pencegahan Stunting dan Wasting di Aula Teuku Umar, Bapperida Aceh Barat, Rabu (17/6/2026).   

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, membuka kegiatan Gerakan Aceh Barat Tanggap Risiko Stunting: Sosialisasi Sistem Early Warning Gizi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk pencegahan stunting dan wasting, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Teuku Umar, Bapperida Aceh Barat, ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan stunting, wasting, dan Kekurangan Energi Kronik (KEK) melalui sistem deteksi dini yang lebih terintegrasi.

Dalam sambutannya, Said Fadheil menegaskan stunting masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan sumber daya manusia.

Dampaknya tidak hanya pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan kognitif, prestasi pendidikan, produktivitas ekonomi, kualitas kesehatan, hingga daya saing bangsa di masa depan.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kabupaten Aceh Barat pada 2025 tercatat sekitar 33 persen.

Angka tersebut berhasil ditekan menjadi 25,8 persen pada 2026. Meski menunjukkan penurunan signifikan, capaian itu masih berada di atas rata-rata nasional yang saat ini sekitar 18 persen.

Baca juga: Bupati Haili Salurkan Daging Kurban Door to Door, Sasar 1.767 Ibu Hamil dan 684 Anak Stunting

Menurut Said, kondisi tersebut mengindikasikan masih adanya ibu hamil, bayi, dan anak yang belum memperoleh deteksi risiko serta intervensi secara optimal pada periode 1.000 hari pertama kehidupa, fase krusial dalam tumbuh kembang anak.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyambut baik inovasi yang dikembangkan Universitas Teuku Umar melalui dashboard gizi yang terintegrasi dengan Sistem Early Warning Gizi pada 1.000 HPK.

“Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah gampong, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk membangun sistem pencegahan stunting yang lebih responsif, berbasis teknologi, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Said juga mengingatkan seluruh peserta, khususnya tenaga kesehatan dari berbagai puskesmas di Aceh Barat, agar mengikuti kegiatan dengan serius dan memahami materi yang disampaikan narasumber serta tim peneliti. Pemahaman yang baik terhadap sistem deteksi dini dinilai menjadi kunci percepatan penanganan risiko stunting di daerah tersebut.

Melalui penguatan kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi dalam pemantauan status gizi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif dan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, serta berdaya saing di masa depan.(*)

 

 
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
VS
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
VS
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved