Jumat, 1 Mei 2026

Stunting

Pemko Sabang Data 28 Anak untuk Program Anak Asuh Stunting 2025

Dinas Kesehatan Kota Sabang mencatat 28 anak masuk dalam usulan program anak asuh stunting pada 2025. Pendataan dilakukan sebagai bagian dari

Tayang:
Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/HO
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sabang, dr. Edi Suharto 

Laporan Serambi Indonesia, Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG - Dinas Kesehatan Kota Sabang mencatat 28 anak masuk dalam usulan program anak asuh stunting pada 2025. Pendataan dilakukan sebagai bagian dari penajaman sasaran penanganan stunting di tingkat gampong dan puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sabang, dr. Edi Suharto, menyebut sasaran pendataan meliputi baduta, balita, ibu hamil, dan ibu nifas. Data dikumpulkan dari sejumlah gampong untuk memetakan kebutuhan intervensi gizi secara lebih spesifik.

“Rekap ini kami gunakan untuk menentukan bentuk intervensi yang paling dibutuhkan, bukan hanya bantuan makanan, tetapi juga pendampingan,” ujar dr. Edi, Sabtu (27/12/2025).

Baca juga: Jembatan Putus Diterjang Banjir, Dusun Cot Calang di Pedalaman Aceh Utara Masih Terisolir

Selain anak asuh stunting, Dinas Kesehatan juga mengusulkan 24 penerima Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK). Kelompok ini diprioritaskan karena memerlukan penanganan gizi tambahan di luar pola konsumsi harian.

Menurut dr. Edi, pelaksanaan program bergantung pada koordinasi lapangan antara puskesmas dan kader kesehatan, terutama untuk memastikan bantuan benar-benar diterima dan dikonsumsi oleh sasaran.

“Pengawasan di lapangan menjadi kunci, karena intervensi gizi tidak akan berdampak jika tidak dikawal secara rutin,” katanya.

Pendataan dan pemutakhiran data stunting akan terus dilakukan sepanjang 2025 untuk menyesuaikan intervensi dengan kondisi terbaru di setiap gampong.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved