Berita Banda Aceh
IAPA Aceh Dilantik, FISIP UIN Ar-Raniry Gelar Seminar Nasional 'Menakar Nasib Aceh Pasca 2027'
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) UIN Ar-Raniry Banda Aceh berkolaborasi dengan Indonesian Association for Public Administration
Ringkasan Berita:
- FISIP UIN Ar-Raniry bersama IAPA gelar Seminar Nasional bertema “Quo Vadis Dana Otsus Aceh Pasca-2027” di Banda Aceh, sekaligus melantik DPD IAPA Aceh 2026–2029 yang dipimpin Muazzinah Yacob.
- Seminar membahas tantangan serius pasca berakhirnya Dana Otsus 2027, termasuk reformasi birokrasi, evaluasi tata kelola dana, serta strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
- Para narasumber menekankan pentingnya penguatan kelembagaan, efisiensi birokrasi, kemandirian fiskal berbasis sektor unggulan.
SERAMBINEWS.COM - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) UIN Ar-Raniry Banda Aceh berkolaborasi dengan Indonesian Association for Public Administration (IAPA) menggelar Seminar Nasional krusial bertajuk Quo Vadis Dana Otsus Aceh Pasca-2027.
Acara yang mengupas tuntas masa depan fiskal dan arah pembangunan bumi Serambi Mekkah tersebut diselenggarakan di FISIP UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Rabu (17/6/2026), dirangkai dengan pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) IAPA Aceh periode 2026–2029.
Acara dibuka oleh Dekan FISIP UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Muji Mulia, M.Ag.
Dalam sambutannya, Prof. Muji menegaskan bahwa tahun 2027 merupakan titik krusial bagi peta jalan ekonomi politik Aceh seiring dengan rencana berakhirnya alokasi Dana Otonomi Khusus (Otsus).
Prof Muji berharap seminar nasional yang diinisiasi oleh FISIP UIN Ar-Raniry bersama para pakar administrasi publik ini tidak sekadar menjadi ajang diskusi akademik.
"Tetapi juga mampu merumuskan satu konsep konkret dan naskah rekomendasi strategis yang dapat menjadi masukan berharga bagi Pemerintah Daerah dalam mengantisipasi transisi fiskal tersebut," ujar Prof Muji di hadapan para akademisi, mahasiswa dan tamu undangan.
Baca juga: Sertijab, 6 Pejabat Utama Polresta Banda Aceh Berganti, Ini Nama-namanya
Seminar nasional yang dilaksaanakan menghadirkan tiga pakar yang mengupas tantangan Aceh dari sudut pandang tata kelola, evaluasi kebijakan, dan strategi fiskal.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. M.R. Khairul Muluk, M.Si Dewan Eksekutif Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik Administrasi dan Komunikasi (LAMSPAK) sekaligus Ketua DPP IAPA Pusat, memaparkan materi mengenai Reformasi Birokrasi dan Penguatan Kelembagaan Menuju Kemandirian Daerah.
Ia menggarisbawahi bahwa kunci menghadapi hilangnya Dana Otsus adalah penguatan kapasitas institusi lokal dan pemangkasan birokrasi yang tidak efisien agar daerah memiliki daya saing tinggi.
Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP UIN Ar-Raniry, Eka Januar, M.Soc.Sc, membedah fenomena pelik dalam sesinya yang bertajuk Paradoks Dana Otsus Aceh.
Ia menyoroti bagaimana fluktuasi dan besarnya dana yang telah mengalir selama ini belum sepenuhnya berkorelasi linear dengan pengentasan kemiskinan ekstrem di Aceh, sehingga diperlukan evaluasi total terhadap tata kelola realisasinya.
Sementara itu, Cut Asmaul Husna, SAg, MM Tokoh Perempuan Aceh sekaligus Dosen Universitas Teuku Umar (UTU), menawarkan peta jalan praktis melalui materi Strategi Peningkatan PAD dan Kemandirian Fiskal Berbasis Sektor Unggulan sebagai Substitusi Dana Otsus.
Baca juga: 140 Dosen Pemula di Aceh Ikut Peningkatan Kompetensi di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Ini Targetnya
Cut Asmaul juga menyoroti risiko pasca-2027 di mana banyak program publik terancam berhenti akibat berkurangnya anggaran, ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan daerah yang mandiri, transparan, dan akuntabel.
Penguatan ini harus mengintegrasikan perspektif gender dan GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion), memastikan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan, serta menerapkan penganggaran yang responsif gender
Sebelum seminar nasional dimulai, prosesi diawali dengan pengukuhan pengurus DPD IAPA Aceh untuk masa bakti empat tahun ke depan.
| 140 Dosen Pemula di Aceh Ikut Peningkatan Kompetensi di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Ini Targetnya |
|
|---|
| Participatory Workshop UNDERVAC-ID, Integrasikan Strategi Lokal ke Program Imunisasi di Banda Aceh |
|
|---|
| Komisi II DPR RI Tampung Sejumlah Persoalan Pertanahan di Aceh, Termasuk Polemik Tanah Blang Padang |
|
|---|
| DPR RI Yakin Pemerintah Setujui Usulan Besaran Otsus Aceh 2,5 Persen |
|
|---|
| Maut di Tiang Baliho, Tuanku Muhammad Desak PLN Audit Seluruh Jaringan Berbahaya di Banda Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/seminar-17062026.jpg)