Berita Banda Aceh

Harga Beras di Banda Aceh Mulai Turun

Sidqi salah seorang pedagang di Pasar Aceh mengaku, bahwa penurunan terjadi sudah sejak sepekan terakhir.

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/INDRA
JUAL BERAS - Pedagang menata beras untuk dijual ke masyarakat di Pasar Aceh, Jumat (29/8/2025). Foto: SERAMBINEWS.COM/INDRA WIJAYA 

Sidqi salah seorang pedagang di Pasar Aceh mengaku, bahwa penurunan terjadi sudah sejak sepekan terakhir.

Laporan Indra Wijaya | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sudah sepekan harga beras di sejumlah grosir di Banda Aceh mengalami penurunan.

Untuk jenis beras premium ukuran lima kilo kini dijual Rp 80 ribu.

Sidqi salah seorang pedagang di Pasar Aceh mengaku, bahwa penurunan terjadi sudah sejak sepekan terakhir.

Penurunan juga dipicu saat ini sejumlah daerah di Aceh mulai memasuki masa panen.

“Sekarang sudah mulai turun, dulu kita jual untuk beras ukuran 5 kg di angka Rp 85-88 ribu/karung.

Sekarang sudah turun jadi Rp 80 ribu seperti beras jenis mangat dan beberapa lainnya,” kata Sidqi kepada Serambinews.com, Jumat (29/8/2025).

Sementara, untuk beras ukuran 15 kilo juga mengalami penurunan, kini dijual Rp 235 ribu/karungnya.

Penurunan itu juga menjadi angin segar bagi masyarakat, lantaran hampir dua bulan terakhir harga beras terus melejit naik.

Kurangnya pasokan hingga belum masuk masa panen, membuat beras tersebut naik di pasaran.

Penurunan serupa juga terjadi di wilayah Aceh Besar.  Harga beras di Aceh Besar mulai turun setelah memasuki musim panen.

Di Lambaro, Aceh Besar, harga beras premium kini dijual Rp 235 ribu per sak (15 kilogram), turun Rp10 ribu dari sebelumnya Rp245 ribu. 

Sementara untuk beras standar, harga berada di kisaran Rp220 ribu per sak.

“Untuk kualitas bagus per kilo dijual Rp15.600. Harga turun karena sudah panen di beberapa daerah termasuk dari Pidie dan pasokan dari Bulog juga sudah masuk,” ujar salah seorang pedagang beras, Boy.

Selain beras dari petani lokal, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog juga tersedia dengan harga Rp65 ribu per 5 kilogram.

Jenis beras ini masih banyak diminati, baik untuk kebutuhan keluarga maupun pedagang nasi.

Meski harga turun, Boy menyebutkan daya beli masyarakat juga ikut melambat.

Kalau musim panen, banyak masyarakat punya beras sendiri.

“Justru saat harga naik sebelum panen, penjualan lebih ramai karena orang harus membeli di pasar,” pungkasnya.(*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved