Jumat, 24 April 2026

Berita Aceh Utara

12 Sekolah di Aceh Utara Dapat Penghargaan Adiwiyata Tahun 2025

Sebanyak 12 sekolah di Kabupaten Aceh Utara berhasil meraih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tahun 2025

Penulis: Jafaruddin | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/HO
PENGHARGAAN - Kepala sekolah dan guru foto bersama dengan Sekda Aceh Utara Dr A Murtala seusai penyerahan penghargaan sekolah adiwiyata dalam upacara Hardikda 2025 di halaman Kantor Bupati Aceh Utara, Landing, Selasa (2/9/2025) 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Sebanyak 12 sekolah di Kabupaten Aceh Utara berhasil meraih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tahun 2025.

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan sekolah dalam melaksanakan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) serta memenuhi kriteria sesuai Keputusan Bupati Aceh Utara Nomor 660/484/2025 tentang Penetapan Sekolah Adiwiyata Kabupaten Aceh Utara Tahun 2025.

Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Bupati Aceh Utara, didampingi Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, usai upacara peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke-66 yang digelar di Lapangan Lading, Lhoksukon, Selasa (2/9/2025).

Adapun 12 sekolah penerima penghargaan tahun ini yaitu sembilan di antaranya sekolah dasar yaitu, SD Negeri 3 Muara Batu, SD Negeri 13 Sawang, SD Negeri 3 Dewantara.

SD Negeri 12 Samudera, SDN Negeri 2 Tanah Jambo Aye, SD Negeri 1 Samudera, SD Negeri 8 Cot Girek, SD Negeri 9 Dewantara, SD Negeri 13 Samudera.  

Baca juga: Wagub Fadhlullah Optimis Pendidikan Unggul Jadi Kunci Wujudkan Kemajuan Aceh

 Sedangkan tiga lagi sekolah menengah pertama yaitu, SMP Negeri 1 Simpang Kramat, SMP Negeri 1 Dewantara dan SMPN Negeri 1 Samudera.

Kepala DLHK Aceh Utara, Saifullah, SPd., MPd., menjelaskan bahwa sekolah-sekolah tersebut dinilai layak mendapat penghargaan karena berhasil melaksanakan GPBLHS dengan baik, menunjukkan kepedulian nyata terhadap lingkungan.

Serta mengintegrasikan nilai-nilai ramah lingkungan ke dalam pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, maupun pembiasaan karakter di sekolah.

“Selain itu, sekolah penerima penghargaan juga telah mengimplementasikan sejumlah aspek penting seperti menjaga kebersihan, sanitasi, dan drainase,” ujar Saifullah.

Yaitu, mengelola sampah dengan prinsip reduce, reuse, recycle; melakukan penghijauan melalui penanaman pohon; menerapkan konservasi air dan energi listrik; hingga mengajak masyarakat sekitar untuk turut serta dalam aksi peduli lingkungan.

Baca juga: Demo Besar Landa Jakarta, Ribuan Warga Aceh Tetap Hadiri Resepsi Pernikahan Naufal - Shahnaz

Saifullah menegaskan bahwa penghargaan Adiwiyata bukanlah perlombaan, melainkan bentuk pengakuan bahwa sebuah sekolah telah berhasil menanamkan budaya peduli lingkungan secara menyeluruh.

Ia berharap keberhasilan 12 sekolah ini dapat memotivasi sekolah lain untuk mengikuti jejak yang sama.

Program Adiwiyata di Aceh Utara juga mendapat dukungan dari sejumlah mitra, di antaranya PT PGE, IBAS, SAP, dan PT PIM, berupa piagam penghargaan, uang pembinaan, serta bantuan bibit produktif.

Memperluas pembinaan

“Ini adalah bentuk apresiasi sekaligus wujud terima kasih kepada sekolah-sekolah yang telah berperan aktif memajukan perilaku ramah lingkungan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved