Jumat, 17 April 2026

Berita Aceh Singkil

Hari Ini Massa Akan Demo ke DPRK Aceh Singkil, Akademisi Ingatkan Bahaya Provokasi

Terkait rancana aksi demo tersebut akademisi Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf (STAISAR) Aceh Singkil, Dr Andika Novriadi Cibro,

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ DEDE ROSADI
Akademisi Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf (STAISAR) Aceh Singkil, Dr Andika Novriadi Cibro. 

Terkait rancana aksi demo tersebut akademisi Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf (STAISAR) Aceh Singkil, Dr Andika Novriadi Cibro, mengingatkan bahaya provokasi dan pentingnya damai. 

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Hari ini massa akan menggelar aksi unjuk rasa ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil, Kamis (4/9/2025). 

Terkait rancana aksi demo tersebut akademisi Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf (STAISAR) Aceh Singkil, Dr Andika Novriadi Cibro, mengingatkan bahaya provokasi dan pentingnya damai. 

"Setiap aksi demonstrasi harus dijalankan dengan prinsip damai dan bijaksana," kata Andika melalui pesan tertulis. 

Menurut Andika, aspirasi yang hendak disampaikan sejatinya merupakan hak konstitusional.

Namun, kekhawatiran muncul apabila aksi tersebut meniru pola anarkis yang terjadi di berbagai daerah lain.

Oleh karena itu, ia mengingatkan aksi demonstrasi yang akan digelar di gedung DPRK Aceh Singkil dijalankan dengan prinsip damai dan bijaksana. 

"Menyuarakan pendapat adalah hak seluruh rakyat, tetapi harus disertai sikap santun dan tidak merusak fasilitas umum," tegasnya.

Demonstrasi sebutnya, merupakan ruang berdemokrasi yang sah.

Namun, jangan sampai semangat menyampaikan aspirasi justru menimbulkan kerugian. 

Baca juga: Kapolres Nagan Raya Sebut Aksi Demo Mahasiswa di DPRK Berjalan Damai

Ia lantas menyoroti kondisi Aceh Singkil yang dinilainya masih memiliki banyak pekerjaan rumah, untuk menuju daerah yang berkembang dan maju. 

Karena itu, jangan sampai masyarakat mudah tergiring opini yang justru menghambat pembangunan.

“Pemerintah daerah, baik eksekutif maupun legislatif, harus lebih fokus pada kinerja nyata yang berdampak langsung pada masyarakat. Sikap dan argumentasi mereka di hadapan publik haruslah bijak dan konstruktif, agar mampu menjaga kepercayaan rakyat,” ujarnya.

Dr Andika menekankan bahwa aparat penegak hukum harus tetap berada dalam koridor hukum, netral, serta memahami psikologi masyarakat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved