Jumat, 8 Mei 2026

Berita Aceh Tamiang

Perahu Karam di Sungai Tamiang, Adi Candra Tenggelam Usai Selamatkan Putranya

Setelah berhasil membawa anaknya ke tepi, korban kembali ke sungai untuk menyelamatkan anaknya yang satu lagi. Iman Suhery

Tayang:
Editor: mufti
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
OPERASI PENCARIAN - Tim gabungan berada di atas perahu ketika melaksanakan operasi pencarian Adi dan Ubai di Bendahara, Aceh Tamiang, Minggu (7/9/2025). Pencarian ini melibatkan tiga perahu yang sudah menyusuri sungai sejauh lima kilometer. 

Setelah berhasil membawa anaknya ke tepi, korban kembali ke sungai untuk menyelamatkan anaknya yang satu lagi. Iman Suhery, Kepala BPBD Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Kegiatan memancing berubah menjadi tragedi memilukan di Sungai Tamiang pada Minggu pagi (7/9/2025). Sebuah perahu yang ditumpangi empat warga Tanjungmulia, Kecamatan Bendahara, karam akibat kebocoran. Dua orang berhasil selamat, sementara dua lainnya masih dalam pencarian.

Korban selamat adalah AA (13) dan ANC (7), yang kini dirawat di Puskesmas Seruway. AA berhasil berenang ke tepi begitu perahu bocor.  Sedangkan  ANC selamat berkat aksi heroik Adi Candra (40), sang ayah. Dia menyelamatkan putranya itu ke tepi sungai sebelum kembali ke air untuk menolong putra sulungnya, Ubai Fadilah Candra (11). Sayangnya, Adi sendiri malah terseret, lalu hilang bersama Ubai ditengah derasnya arus sungai. 

“Setelah berhasil membawa anaknya ke tepi, korban kembali ke sungai untuk menyelamatkan anaknya yang satu lagi,” ujar Kepala BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery, yang akrab disapa Bayu, kepada Serambi, Minggu (7/9/2025).

Tim SAR dan Damkar Aceh Tamiang terus melakukan pencarian intensif sejak pagi. Hingga siang hari, belum ada tanda-tanda keberadaan Ardi dan Ubai. “Kondisi air saat kejadian sangat deras dan naik tiba-tiba. Perahu bocor dan langsung tenggelam,” jelas Bayu.

Menurut keterangan dua korban selamat, insiden terjadi saat mereka dalam perjalanan memancing. Adi Candra mengajak dua anaknya dan satu keponakan menggunakan perahu kecil. Ketika perahu mulai bocor, situasi berubah menjadi kepanikan. AA berhasil berenang ke tepi, sementara ANC diselamatkan langsung oleh sang ayah.

Kisah ini menyisakan haru dan harapan. Warga Tanjungmulia kini menanti kabar baik dari tim pencari. Adi Candra dikenang sebagai ayah yang rela mengorbankan diri demi anak-anaknya. “Untuk korban selamat, sudah ditangani di Puskesmas Seruway. Kami terus berupaya menemukan dua korban lainnya,” tutur Bayu.

Dicari sejauh 5 kilometer

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang mengerahkan tiga perahu karet untuk mencari dua korban tenggelam di Sungai Tamiang, Minggu (7/9/2025). Kedua korban merupakan Adi Candra (40) dan putranya, Ubai Fadilah Candra (11) warga Tanjungmuilia, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang. Sementara dua korban lain, ANC (7) dan AA (13) berhasil selamat dalam insiden ini.

“Hari pertama ada tiga perahu yang kita kerahkan, di mana dua perahu milik BPBD dan satu perahu dukungan dari Basarnas,” kata Kalak BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery melalui Dan Ops, Surya Darma, Minggu (7/9/2025) malam.

Surya Darma menambahkan pada hari pertama ini radius pencarian sudah sejauh lima kilometer. Ketiga perahu ini secara berkala menyusuri Sungai Tamiang sejak pagi hingga menjelang Magrib.

“Belum ada tanda-tanda keberadaan korban, operasi kami lanjutkan besok,” kata Surya Darma.

Meski begitu, petugas gabungan yang melakukan operasi pencarian ini tetap siaga di pos yang telah dibangun di dekat lokasi kejadian. Surya memastikan pihaknya akan merespons informasi sekecil apa pun tanpa memandang waktu. “Seandainya malam ini ada informasi, kami tetap akan turun ke lokasi,” ungkapnya. Dalam menjalankan misi kemanusiaan ini, pihaknya mendapat beberapa hambatan. Kendala ini berupa faktor cuaca yang menyebabkan debit air sungai meningkat dan arus deras.(mad)

 

Korban Tinggalkan Bayi Berusia 26 Hari

Rosita (39), istri Adi Candra (40) yang hilang tenggelam di Sungai Tamiang berharap suaminya ditemukan selamat. Harapan ini disampaikan Rosita kepada kerabat yang memenuhi rumahnya di Tanjungmulia, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang sepanjang Minggu (7/9/2025). "Kami semua juga berharap begitu, sehat-sehatlah anak kami itu," kata Nur Malawati, ibu kandung Adi Candra sekaligus mertua Rosita.

Saat kejadian, Nur mengaku sedang mengikuti pengajian zikir di Seumadam, Aceh Tamiang. Berdasarkan cerita dari Rosita, pagi itu Adi Candra  sebenarnya baru pulang melaut dengan membawa hail ikan dan udang. "Dia itu memang sering pergi malam cari ikan sama udang, pagi baru pulang. Entah kek mana, habis pulang itu dia ngajak raun-raun (mutar-mutar) anak sama keponakannya naik sampan," beber Nur.

Naas dalam perjalanan ini perahu yang mereka tumpangi karam. Adi sendiri awalnya selamat dalam musibah ini. Namun belakangan dia ikut tenggelam ketika mencoba menyelamatkan putra bungsunya, Ubai Fadilah Candra (11). "Anak yang satu berhasil dibawanya ke pinggir, pas balik untuk selamatkan anak satu lagi, dia jadi tenggelam," kata Nur Malawati.

Rosita sendiri hanya membisu ketika ditemui di rumahnya. Wajahnya murung, hanya fokus menggendong bayinya yang baru berusia 26 hari. "Dia ini baru melahirkan, baru 26 hari umur anaknya," lanjut Nur sembari sesenggukan menahan tangis.

Keluarga besar sangat berharap Adi dan putranya ditemukan dalam kondisi selamat. Terlebih ANC sejak pulang dari Puskesmas kerap menanyakan keberadaan ayah dan abangnya. "Dia selalu tanya, kok lama kali ayah jumpa (ditemukan), ngak sanggup kami mendengarnya," ungkap Nur.(mad)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved