Minggu, 12 April 2026

Berita Aceh Singkil

Pohon Cemara Tumbang Tutupi Muara, Nelayan Kuala Baru tak Bisa Melaut

"Batang cemara la rabah...nelayan stop melaut," demikian bunyi keterangan dalam video akun Facebook Hasrul Faikar Faira. 

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
MUARA TERHALANG CEMARA - Tangkapan layar akun Facebook Hasrul Faikar Faira menginformasikan nelayan Kuala Baru, Kabupaten Aceh Singkil, tak bisa melaut karena alur pelayaran di muara terhalang pohon cemara tumbang, Kamis (11/9/2025). 

Laporan Dede Rosadi } Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Nelayan Kecamatan Kuala Baru, Kabupaten Aceh Singkil tidak bisa berangkat melaut pada Kamis (11/9/2025) pagi. 

Hal itu akibat pohon cemara tumbang menghalangi alur pelayaran nelayan menuju lautan lepas di dekat muara Kuala Baru

Informasi tersebut dibagikan akun Facebook Hasrul Faikar Faira dalam bentuk video. 

Pemilik akun Facebook tersebut mengabadikan kejadian tersebut dari atas perahu. 

Ia merupakan salah seorang nelayan yang tidak bisa melaut akibat terhalang pohon tumbang. 

Baca juga: Akses ke Laut Sulit, Nelayan Aceh Barat Desak Muara Krueng Cangkoi Dikeruk

Baca juga: Meresahkan! Dulu Habitat Buaya di Muara Singkil, Kini Menyebar ke Hulu Sungai 

"Batang cemara la rabah...nelayan stop melaut," demikian bunyi keterangan dalam video akun Facebook Hasrul Faikar Faira. 

Dalam video tersebut terdengar suara nelayan meminta tolong kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf agar memberikan bantuan.

"Pak gubernur tolong Agi (beri) bantuan kepadanya," demikian suara warga dalam video berdurasi 47 detik itu. 

Dalam satu jam, video sudah ditonton 1.000 tayangan, 22 komentar, dan 3 kali dibagikan. 

Muara Kuala Baru memang dikenal rawan.

Baca juga: Jadi Muara Sungai dari 5 Kabupaten/Kota Tetangga, Ini Daerah Rawan Banjir di Aceh Singkil 

Baca juga: Mulut Muara Pasie Geunteng Abdya Sumbat, Sawah dan Permukiman Banjir

Sebab acap menyebabkan perahu nelayan karam, terutama ketika ombak sedang besar.

Hal itu karena muara dangkal serta sulit diprediksi mana alur yang bisa dilintasi perahu. 

Berkali-kali nelayan di sana meminta dibangun jeti di sekitar muara. 

Hal ini bertujuan agar kapal nelayan bisa ke luar masuk muara dengan aman. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved