Minggu, 19 April 2026

Ketahanan Pangan

Begini Cara Pemkab Aceh Singkil Jaga Stabilitas Harga Pangan 

Inflasi dan pangan, dilakukan dengan menjaga kestabilan harga, mencegah tengkulak dan mendukung pertanian lokal serta penambahan

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/Dede Rosadi
BERAS SPHP - Tumpukan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) yang dijual dalam pasar pangan murah di kawasan Singkil Utara, Aceh Singkil, Rabu (10/9/2025). 

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil, menyiapkan sejumlah langkah untuk menekan inflasi serta menjaga stabilitas pangan. 

Antara lain dengan menjaga kestabilan harga. 

Kemudian mencegah tengkulak yang dapat merugikan petani. 

Lalu mendukung pertanian lokal serta meminta penambahan kuota beras Bulog. 

"Inflasi dan pangan, dilakukan dengan menjaga kestabilan harga, mencegah tengkulak dan mendukung pertanian lokal serta penambahan kuota beras Bulog," kata Bupati Aceh Singkil, Safriadi saat sampaikan hasil rapat koordinasi dengan Forkopimda di Op Room Setdakab setempat di Pulo Sarok, Singkil, Senin (15/9/2025).

Sebelumnya masyarakat Kabupaten Aceh Singkil, terus diguyur operasi pasar murah khusus beras stabilitas pasokan harga pangan (SPHP) sepanjang Agustus 2025.

Penjualan beras SPHP tersebut masih terus berlanjut memasuki September ini. 

Hal tersebut membuahkan hasil. Harga beras di pedagang eceran di Kabupaten Aceh Singkil, terus turun. 

Data per 3 September 2025 harga beras dikisaran Rp 16.134 per kilogram. 

Harga tersebut turun dari sebelumnya yang berada dikisaran Rp 16.400 per kilogram.

"September ini masih (operasi pasar murah khusus beras)," kata Kepala Dinas Pangan Aceh Singkil, Abdul Haris ketika dikonfirmasi operasi pasar murah khusus beras SPHP.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved