Hari Jadi Pidie
Seminar Internasional di Pidie Hadirkan Pemateri Aceh hingga Malaysia, Peringati Hari Jadi Ke-514
Seminar ini merupakan rangkaian peringatan Uroe Lahee atau Hari jadi Pidie ke-514 ditetapkan jatuh pada 18 September 2025.
Seminar ini merupakan rangkaian peringatan Uroe Lahee atau Hari jadi Pidie ke-514 ditetapkan jatuh pada 18 September 2025.
*Pakai Baju Linto Baro
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pidie menggelar seminar international dengan menghadirkan pemateri dari Aceh hingga Malaysia.
Salah satunya pemateri adalah Prof Doto Sri DR Abdurrahman Abdul Soad LC MA.
Kegiatan ini berlangsung di gedung Pidie Convention Center (PCC) Sigli, Pidie, Rabu (17/9/2025). Kegiatan ini mengusung tema "Pidie dalam manuskrip dari masa ke masa".
Seminar ini merupakan rangkaian peringatan Uroe Lahee atau Hari jadi Pidie ke-514 ditetapkan jatuh pada 18 September 2025.
Ini merupakan seminar pertama digelar dalam perayaan hari ulang tahun Pidie.
Baca juga: Kesimpulan Seminar Raya, Hari Jadi Pidie Ditetapkan 18 September 1511 M
Selain itu, pemateri lainnya adalah Prof DR Husaini Ibarhim MA, guru besar atau arkeolog Universitas Syiah Kuala Banda Aceh
Prof Dato Sri Dr, Abdurrahman Abdula Samad LC MA dari Pattani, Thailand.
Masykur Safruddin, SHum merupakan Kolektor Pedir Museum Banda Aceh, Baiquni Hasbi MA PH.D (dosen IAIN Lhokseumawe).
Juga ada hadir pemateri, Marwansyah Ismail LC MA dari Pulau Penang, Malaysia dan Hermansyah M.TH MA HUM (dosen/Filolog UIN AR-Raniry Banda Aceh.
Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pidie, Yusmadi MPd dalam laporannya mengatakan, seminar international ini dalam rangka memperingatai Uroe Lahee (Hari Lahir) Pidie Ke-514 merupakan rangkaian dari kegiatan dilaksanakan Pemkab Pidie..
Disebutkan kegiatan ini penting karena mengingat sejarah panjang Pidie yang berdiri dari suatu kerajaan islam terletak di utara pulau Sumatera dengan kisah yang hiroik penuh dengan kronik mewarnai di sepanjang perairan selat Malaka.
Sementara itu, sebutnya, sebagai sebuah kerajaan yang berdiri dengan gagahnya diserta dengan kota pelabuhan banyak dikunjungi orang asing baik hendak berdagang maupun melakukan perjalanan dalam penyebaran agama islam.
Dikatakan, catatan yang ditulis tangan berupa manuskrip terkait dengan politik, hukum, perdagangan, sistem pemerintahan, adat-istiadat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/seminar-hari-Pidie.jpg)