Selasa, 5 Mei 2026

Berita Aceh Besar

Petani Garam Kuala Gigieng Aceh Besar Melirik Produksi Sabun Cuci Piring

Terobosan itu berkat inisiatif pengabdian masyarakat dari tim dosen Universitas Syiah Kuala (USK), mereka tidak lagi hanya menjual garam mentah. 

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
AJARKAN PETANI GARAM – Tim pengabdian masyarakat dari Universitas Syiah Kuala (USK), saat mengajarkan petani garam di Gampong Garuda Kuala Gigieng, Aceh Besar dalam membentuk kemasan garam dan membuat sabun cuci piring. Kegiatan itu berlangsung beberapa hari lalu di tempat usaha tersebut. 

Prosesnya meliputi pencampuran bahan hingga pengemasan produk akhir.

"Selama ini petani hanya fokus pada produksi garam mentah. 

Melalui pendampingan USK, kami sekarang mendapatkan pengetahuan baru untuk mengolah garam menjadi produk bernilai lebih tinggi," ujar Junaidi, Ketua Mitra Petani Garam.

Menurut Adinda Gusti Vonna, salah satu anggota tim pengabdian, sabun ini diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan yang signifikan bagi kelompok petani. 

Baca juga: Teut Apam Digelar di Hari Jadi Pidie, Kepsek Hingga Guru Siapkan Kue Khas Ini untuk Peserta Karnaval

Tim pengabdi pun menyerahkan serangkaian alat dan bahan pembuatan sabun agar para petani dapat melanjutkan usaha ini secara mandiri.

Dengan dukungan dari DPPM Kemdiktisaintek dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK, program ini tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga membangkitkan motivasi para petani. 

"Inovasi ini akan menjadi pemicu bagi produk-produk berbasis garam lainnya, serta menjaga keberlanjutan produksi garam lokal sebagai komoditas unggulan daerah," harap Adinda. (*)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved