Rabu, 22 April 2026

Pemerintah Aceh Resmikan Kantor Yayasan Keumalahayati

Ketua Umum Yayasan, Dato Hj Pocut Haslinda, menegaskan bahwa pendirian yayasan ini bertujuan untuk menghormati dan meneruskan cita-cita pahlawan.

|
Editor: Yocerizal
SERAMBINEWS.COM/YOCERIZAL
YAYASAN KEUMALAHAYATI - Ketua Umum Yayasan Keumalahayati, Dato Hj Pocut Haslinda saat melakukan prosesi peusijuk peresmian kantor Yayasan Keumalahayati yang diresmikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal atas nama Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, Rabu (24/9/2025). Turut hadir juga Kepala Dinas Sosial Aceh, Muslem Yacob. 

Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, yayasan ini diharapkan menjadi pusat inspirasi dan pembelajaran sejarah yang relevan bagi generasi muda Aceh.

Aktif Lestarikan Sejarah

Dato Hj. Pocut Haslinda dikenal sebagai tokoh perempuan Aceh yang aktif melestarikan sejarah perjuangan Laksamana Keumalahayati, panglima perang perempuan pertama di dunia yang berasal dari Aceh.

Pocut Haslinda sendiri memang memiliki hubungan darah dan termasuk salah satu keturunan dari Laksamana Keumalahayati. 

Hal itulah yang menjadi landasan moral serta spiritual dalam perjuangannya melestarikan sejarah dan membangun Yayasan Laksamana Keumalahayati.

Selain kiprahnya di yayasan, Pocut Haslinda yang juga ibu kandung dari Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya ini juga dikenal sebagai penulis buku sejarah Aceh. 

Ia aktif dalam diskusi dan silaturahmi budaya, termasuk membahas keterkaitan sejarah Aceh dengan Kerajaan Gayo, Linge, dan Isaq.

Dalam berbagai kesempatan, ia menekankan pentingnya penulisan sejarah secara menyeluruh agar warisan leluhur tidak hilang ditelan zaman.

Salah satu buku yang ia tulis berjudul Silsilah Raja-Raja Islam di Aceh dan Hubungannya dengan Raja-Raja di Nusantara, yang diterbitkan oleh Pelita Hidup Insani pada 2008.

Baca juga: Ketua MPU Aceh Desak Pertamina Segera Atasi Antrean BBM di Sejumlah SPBU

Baca juga: Indonesia Siap Bayar dengan Uang dan Nyawa, Ini 8 Momen Prabowo Gebrak Meja di Sidang PBB

Buku ini menjadi rujukan penting dalam memahami keterkaitan sejarah Aceh dengan kerajaan-kerajaan lain di Nusantara.

Pocut Haslinda merupakan putri dari Teuku Hamid Azwar dan Hj. Cut Nyak Djariah Azwar, keluarga bangsawan Aceh yang memiliki jejak kontribusi besar dalam sejarah nasional.

Teuku Hamid Azwar telah diusulkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Aceh pada tahun 2025, dan dikenal sebagai pendiri BUMN pertama di era Presiden Soekarno.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved