Jumat, 1 Mei 2026

Berita Nagan Raya

PLN Siap Bersihkan Dahan Pohon Mengenai Jaringan di Darul Makmur Nagan Raya

Ia menambahkan, terkait bila ada kabel yang terurai tentu tim akan melakukan perbaikan dan laporan dari masyarakat tentu akan sangat terbantu.

Tayang:
Penulis: Rizwan | Editor: Mursal Ismail
Dok Polisi
TEMUI PLN - Kapolsek Darul Makmur, Nagan Raya menemui PLN, Selasa (23/9/2025) siang. 

Ia menambahkan, terkait bila ada kabel yang terurai tentu tim akan melakukan perbaikan dan laporan dari masyarakat tentu akan sangat terbantu.

Laporan Rizwan I Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Manajer PLN Rayon Jeuram, Nagan Raya, Sertino Anggara, mengatakan selama ini pihaknya memiliki tim terkait pembersihan dahan atau pohon yang mengenai jaringan listrik.

Namun, saat tim tim turun, terkadang banyak warga yang keberatan yang dahan pohon sudah mengenai jaringan agar dibersihkan petugas.

Padahal jika dibiarkan bisa berdampak gangguan jaringan serta bila dibersihkan sendiri, maka akan sangat rawan tersengat listrik.

"Upaya yang dilakukan kepolisian di Darul Makmur tentu sangat disambut baik.

Kami siap membersihkan dahan yang terkena jaringan," ujar Manajer yang membawahi kerja Nagan Raya menjawab Serambinews.com, Rabu (24/9/2025).

Ia menambahkan, terkait bila ada kabel yang terurai tentu tim akan melakukan perbaikan dan laporan dari masyarakat tentu akan sangat terbantu.

Baca juga: Ngidam Kuini, Nyawa Pasutri di Nagan Raya Melayang

"Laporkan ke kami, tentu kita akan turunkan tim melakukan perbaikan," ungkapnya.

Sebelumnya, Kapolsek Darul Makmur, Nagan Raya, Iptu Ade Haidir SH melakukan koordinasi dengan PLN Ranting Darul Makmur, Selasa (23/9/2025) siang.

Kapolsek yang baru menjabat di Darul Makmur itu menemui Kepala PLN Ranting Darul Makmur Alika Putra ST di kantornya menyampaikan beberapa hal penting.

Di antaranya meminta pihak PLN untuk segera mengambil langkah pencegahan setelah peristiwa tersengat arus listrik yang menimpa warga Desa Ladang Baro, Darul Makmur.

Pasalnya, pasangan suami istri Azhari dan Mawar meninggal dunia saat memanen kuini di kebunnya menggunakan galah besi karena galah besi itu mengenai kabel PLN, Minggu (21/9/2025).

“Pohon atau dahan yang dekat dengan kabel listrik perlu segera dipangkas, termasuk pohon kelapa sawit milik perusahaan yang berdekatan dengan jaringan listrik," ujar Kapolsek.

Baca juga: Tambah Cuan, Warga Aceh Besar Sulap Ampas Kopi Jadi Briket

Dikatakan, sebelum dilakukan penertiban, akan dilaksanakan sosialisasi dengan para keuchik, kepala dusun, serta perusahaan di Kecamatan Darul Makmur.

Dalam kesempatan itu, Kapolsek juga menyoroti kondisi beberapa kabel listrik yang terurai di Darul Makmur hingga mendekati tanah meskipun dilapisi pelindung.

"Perlu dilakukan perbaikan sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang," jelasnya.

Pihak PLN dan Damkar menyambut baik silaturahmi serta koordinasi tersebut.

Kepala PLN Ranting Darul Makmur, Alika Putra menyatakan siap menindaklanjuti usulan sosialisasi dengan harapan dahan yang terkena jaringan bisa secepatnya dilakukan pemangkasan.

Suami Istri Meninggal Tersengat Arus Listrik di Nagan Raya

Nahas menimpa pasangan suami-istri warga Desa Ladang Baro, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Minggu (21/9/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.

 Kedua warga tersebut meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik saat memanen buah kuini di kebun miliknya.

Pasutri yang meninggal dunia, yakni Azhari (35) yang sehari-hari petani di desa dan istrinya Mawar (33)  ibu rumah tangga (IRT).

Berdasarkan keterangan diperoleh Serambinews.com dari kepolisian, kejadian bermula ketika korban Azhari sedang memanen buah kuini menggunakan pengait (egrek/galah) yang berbahan aluminium dan besi sepanjang sekitar 6 meter.

Alat tersebut secara tidak sengaja menyentuh kabel utama listrik PLN yang berada dekat dengan pohon kuini yang sedang dipanennya.

Korban diketahui langsung tersengat arus listrik.

Lalu sang istri  Mawar yang melihat suaminya kesetrum berusaha menolong dengan menggunakan pelepah kelapa sawit.

Namun naas, ia juga ikut tersengat hingga keduanya meninggal dunia di tempat tersebut.

Mendapat laporan adanya dua orang kesetrum, warga yang berada di sekitar lokasi berupaya memberikan pertolongan.

Namun kedua korban dilaporkan sudah tidak bernyawa.

Pada pukul 11.20 WIB, jenazah pasutri tersebut dibawa menggunakan ambulans Puskesmas Sukaramai ke rumah duka yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kejadian untuk dilakukan fardhu kifayah.

Kepolisian dari Polsek Darul Makmur yang mendapat laporan ada warga meninggal kesetrum menurunkan petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 

Polisi melakukan evakuasi korban, serta berkoordinasi dengan pihak keluarga dan perangkat desa setempat serta memintai keterangan saksi-saksi.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Benny Bathara melalui Kapolsek Darul Makmur Iptu Ade Hadir membenarkan adanya peristiwa pasutri meninggal kesetrum listrik.

Pihak polisi sudah menyampaikan ke pihak keluarga agar dilakukan visum terhadap kedua korban, namun keluarga menolak dan menerima musibah tersebut sebagai takdir.

“Kami turut berduka cita mendalam atas musibah ini. Semoga lmarhum dan almarhumah husnul khatimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Kapolres.

Kapolsek kembali mengingatkan warga agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di dekat jaringan listrik.

"Terlebih ketika menggunakan alat berbahan logam yang dapat menghantarkan arus listrik dan sangat berbahaya," sebut Kapolsek Darul Makmur. (*)

 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved