Senin, 4 Mei 2026

Cuaca Buruk di Aceh Singkil

Cuaca Buruk di Aceh Singkil, Angin Masih Berhembus Kencang 

Angin berhembus dari Barat dengan kecepatan sekitar 10 knot. Kondisi itu membuat pohon melengkung akibat hembusan angin.

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
DAMPAK ANGIN KENCANG - Warga mengangkat atap rumah milik Arsad, penduduk Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, yang rusak disapu angin kencang, Minggu (28/9/2025). 

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Angin masih berhembus kencang pasca-atap rumah Arsad copot dan terbang di Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, Minggu (28/9/2025) siang.

Sementara hujan yang tadinya turun lebat, intensitasnya berangsur menurun. 

Angin berhembus dari Barat dengan kecepatan sekitar 10 knot.

Kondisi itu membuat pohon melengkung akibat hembusan angin.

Di langit awan hitam terlihat bergerak kencang pengaruh dorongan angin. 

Warga diimbau menjauh dari pohon. 

Mengingat saat angin menghantam atap rumah Arsad, sebelumnya ternyata mematahkan pohon dekat dengan lokasi. 

Baca juga: BREAKING NEWS – Cuaca Buruk di Aceh Singkil Telan Korban, Boat Nelayan Karam di Muara Kuala Gabi

Atap rumah Arsad, penduduk Lorong 2, Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, terbang disapu angin puting beliung, Minggu (28/9/2025) sekitar pukul 12.20 WIB. 

Nahasnya, amukan angin terjadi dibarengi dengan hujan deras. 

Kondisi itu menyebabkan perabot rumah tangga milik korban yang ada di ruang tamu, ruang keluarga, dan kamar basah.

Di tengah guyuran hujan, warga yang mengetahui peristiwa tersebut bergegas memindahkannya ke tempat teduh. 

Salah satunya ke bagian dapur rumah korban yang atapnya selamat dari sapuan angin kencang

Sebagian kaum perempuan berupaya membersihkan air hujan yang menggenangi bagian dalam rumah. 

Baca juga: Efek Cuaca Buruk di Aceh Singkil, Turis Hilang Kontak, Boat Karam & Warga Tertimpa Kabel Listrik

Sementara kaum laki-laki bergotong royong mengangkat seng dan kayu yang ‘terbang’ ke Danau Anak Laut. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved