Selasa, 21 April 2026

Sekolah Rakyat

Nasi Kotak Perpisahan Ibu dan Anak di Sekolah Rakyat Aceh Singkil

Santapan nasi kotak itu sekaligus menjadi tanda perpisahan Umidah dan anaknya yang segera masuk asrama sekolah rakyat.

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
NASI KOTAK PERPISAHAN - Seorang pelajar Sekolah Rakyat Aceh Singkil menyantap nasi kotak sebelum berpisah dengan orang tuanya untuk masuk asrama di gedung eks Islamic Center di Desa Pangkalan Sulampi, Kecamatan Suro Makmur, Selasa (30/9/2025). 

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Mata perempuan muda itu menatap lekat wajah anak laki-lakinya yang sedang melahap nasi kotak. 

Satu lagi nasi kotak jatahnya dibiarkan utuh. Ibu rumah tangga itu berjaga-jaga jika anaknya minta tambah.

Maklum, selama hidupnya sebagai orang tua belum bisa memberikan menu makanan spesial seperti isi nasi kotak yang disantap anaknya itu. 

Ada nasi putih, ayam goreng, tumis udang, gado-gado bumbu kacang plus sambal kripik kentang.

Perempuan muda itu adalah Umidah, penduduk Desa Pakiraman, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil

Ia mengantar anaknya masuk Sekolah Rakyat Terintegrasi 27 Aceh Singkil di gedung eks Islamic Center di Desa Pangkalan Sulampi, Kecamatan Suro Makmur, Selasa (30/9/2025).

Saat jam makan siang mendapat jatah nasi kotak dari panitia yang menggelar pembukaan masa pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa Sekolah Rakyat Aceh Singkil.

Santapan nasi kotak itu sekaligus menjadi tanda perpisahan Umidah dan anaknya yang segera masuk asrama sekolah rakyat.

Umidah mengaku tidak bisa menceritakan perasaanya ketika anaknya yang duduk di sekolah dasar masuk sekolah rakyat.

Ada perasaan sedih dan senang bercampur aduk. Sedih lantaran untuk pertama kalinya harus berpisah dengan sang anak. 

Sementara senang lantaran anaknya bakal mendapat pendidikan di sekolah rakyat yang semua biayanya ditanggung pemerintah. Mulai dari makan, pakaian dan segala kebutuhan hari-harinya terpenuhi. 

"Senang, sedih campur," ujarnya dengan suara bergetar.

Baca juga: VIDEO - Sempat Diragukan, Sekolah Rakyat di Aceh Singkil Mulai Beroperasi 

Masa Depan Anak

Bupati Aceh Singkil, Safriadi saat memberikan motivasi meminta orang tua memberikan dukungan agar anaknya betah. Salah satunya jangan terlalu sering dijenguk. 

"Memang sedih, tapi ini demi masa depan pendidikan anak-anak kita. Kalau mau jenguk seminggu sekali bolehlah," kata Safriadi. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved