Senin, 13 April 2026

Berita Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Tarmizi Serukan Warga Gunakan Pelat BL

“Ini bukan hanya soal pelat nomor. Ini soal keberpihakan. Mau bantu pembangunan Aceh Barat atau justru ikut membuat daerah ini makin tertinggal”

Editor: mufti
SERAMBINEWS.COM/SA’DUL BAHRI
Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP MM 

“Ini bukan hanya soal pelat nomor. Ini soal keberpihakan. Mau bantu pembangunan Aceh Barat atau justru ikut membuat daerah ini makin tertinggal?” TARMIZI, BUPATI ACEH BARAT

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP MM meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat untuk menggunakan pelat BL, khususnya kode untuk wilayah Aceh Barat, ‘E’ dalam menggunakan kendaraan.

Seruan ini disampaikan menyahuti reaksi Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution yang merazia kendaraan berpelat BL (Aceh) dan mengundang kegaduhan di masyarakat.   

“Kalau mobil pribadi, apalagi yang jarang ke Sumut, mengapa harus pakai pelat BK? Ini saatnya kita sadar dan peduli terhadap kontribusi untuk Aceh Barat,” tegas Bupati Tarmizi kepada Serambi, Kamis (2/10/2025).

Bupati menyoroti dampak serius dari penggunaan pelat luar daerah. Menurutnya, setiap kendaraan yang tidak menggunakan plat BL berarti potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalir keluar ke provinsi lain. 

Padahal, di tengah kondisi fiskal yang makin krisis dan berkurangnya dana transfer dari pusat, pemerintah daerah sangat membutuhkan pemasukan dari sektor-sektor lokal, terutama pajak kendaraan bermotor.

“Kalau kendaraan berplat BL, khususnya yang berakhiran E, pajaknya dibayar ke Aceh Barat. Itu langsung berdampak pada pembangunan. Jangan biarkan uang rakyat mengalir keluar tanpa manfaat bagi kita,” tegas Tarmizi.

Saat ini, PAD Aceh Barat masih terbilang rendah, hanya berkisar Rp 150 miliar per tahun. Pemerintah menargetkan peningkatan signifikan hingga lebih dari Rp 200 miliar dalam waktu dekat. Salah satu tumpuan utamanya adalah pajak kendaraan bermotor.

“Ini bukan hanya soal pelat nomor. Ini soal keberpihakan. Mau bantu pembangunan Aceh Barat atau justru ikut membuat daerah ini makin tertinggal?” sindir Tarmizi.

Ia mengakui adanya pengecualian untuk kendaraan angkutan umum dan barang yang secara rutin beroperasi lintas provinsi. Namun, untuk mobil pribadi, ia menyebut tidak ada alasan rasional untuk memakai pelat luar.

“Kita butuh kesadaran kolektif. Pajak kendaraan memang terlihat kecil, tapi jika dilakukan bersama, dampaknya besar. Jangan remehkan kontribusi kecil jika semua bersatu,” ujarnya.

Di tengah ketergantungan tinggi pada dana pusat, Tarmizi menyerukan agar seluruh elemen masyarakat ikut serta membangun kemandirian fiskal. Ia menyebut, jika dana pusat tersendat, PAD adalah satu-satunya andalan untuk membiayai pembangunan.

“Ini bukan sekadar imbauan, ini seruan moral. Kita harus mulai dari hal paling sederhana, pakai pelat BL. Jangan sampai pemerintah bekerja keras menggali PAD, tapi justru warganya sendiri mengalirkan pajak ke daerah lain,” pungkasnya.(sb)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved