Selasa, 28 April 2026

Berita Aceh Utara

3 Murid Tumbang Usai Santap MBG, Disdik Aceh Utara Tunggu Hasil Medis & Janji Evaluasi SPPG

“Kami menerima informasi bahwa murid tersebut didiagnosa mengalami tipes, tapi untuk kepastian kita masih menunggu hasil resmi,” jelasnya.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
EVALUASI SPPG - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdibud) Kabupaten Aceh Utara, Jamaluddin, MPd menegaskan, pihaknya akan melakukan evaluasi SPPG terkait kasus tumbangnya 3 murid SD usai menyantap menu MBG. 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Utara berjanji akan mengevaluasi secara berskala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa.

Hal itu terkait insiden tiga murid SD Negeri 6 Matangkuli, Aceh Utara yang dilaporkan tumbang usai menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG), Senin (29/9/2025).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Aceh Utara, Jamaluddin, MPd kepada Serambinews.com pada Jumat (3/10/2025), menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterima, salah seorang murid yang mengalami gejala tumbang ternyata sudah sakit sejak dua hari sebelumnya.

“Informasi dari orangtuanya, murid tersebut memang dalam kondisi sakit,” kata Kadisdikbud. 

“Tapi belum bisa dipastikan apakah tumbang karena sakit itu atau karena hal lainnya,” ujar Jamaluddin.

Baca juga: Tiga Murid SD di Aceh Utara Muntah dan Mencret Usai Santap Menu MBG

Ia menambahkan, salah satu murid bahkan sudah dibawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami menerima informasi bahwa murid tersebut didiagnosa mengalami tipes, tapi untuk kepastian kita masih menunggu hasil resmi,” jelas Jamaluddin.

Lebih jauh, Jamaluddin menegaskan, bahwa Disdikbud Aceh Utara juga menjadi salah satu unsur tim pengawas pelaksanaan program MBG.

Bahkan, dirinya bertugas sebagai Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pelaksanaan Program MBG Kabupaten Aceh Utara.

“Jadi setiap ada kejadian, kami langsung mendapat laporan dan segera mengambil tindakan,” katanya.

Baca juga: Murid di Aceh Utara Tumbang Usai Santap Menu MBG, RSUCM tak Jadi Periksa Tinja Pasien

Terkait evaluasi ke depan, Jamaluddin menegaskan, pihaknya akan memperketat pengawasan agar insiden serupa tidak terulang.

“Program ini sangat bagus dan merupakan program prioritas nasional,” terang dia.

“Karena itu, ke depan kita akan lakukan mitigasi dan memperkuat pengawasan supaya kejadian yang tidak diinginkan bisa diminimalisir,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pengawasan tidak hanya soal kualitas bahan makanan, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan, termasuk pantangan makanan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved