Berita Aceh Besar
Kakao, Pinang dan Kemiri Jadi Komoditas Unggulan di Jantho dan Lembah Seulawah
“Komoditas itu adalah Rambutan, Kakao, Kemiri dan Pinang. Dan dari hasil FGD itu terdapat tiga komoditas unggulan yakni Kakao, Kemiri dan Pinang.
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Nurul Hayati
“Komoditas itu adalah Rambutan, Kakao, Kemiri dan Pinang. Dan dari hasil FGD itu terdapat tiga komoditas unggulan yakni Kakao, Kemiri dan Pinang. Dan ini akan disaring lagi menjadi satu komoditas paling unggul,” kata Eko.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR - Tim Ekspedisi Patriot Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan pendataan dan paparan data lapangan terhadap komoditas unggulan di kawasan transmigrasi di Kecamatan Jantho dan Lembah Seulawah.
Forum Group Discussion (FGD) itu dilaksanakan di Aula Disnakertrans Aceh Besar, Selasa (14/10/2025).
Kegiatan itu juga dihadiri para keuchik daerah transmigrasi dan camat di Kecamatan Lembah Seulawah dan Aceh Besar.
Tim Ekspedisi Patriot UGM itu dilakukan guna mencari komoditas unggulan di daerah Transmigrasi yang merupakan program dari Kementerian Transmigrasi.
Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Vokasi UGM, Ir Eko Prasetyo, mengatakan, dua kecamatan itu sendiri tergabung dalam kawasan transmigrasi Jantho.
Pihaknya sudah melakukan evaluasi mulai dari tanah, iklim dan cuaca guna menentukan komoditas unggulan di kawasan tersebut.
Dari hasil survei yang dilakukan, didapatkan empat komoditas utama yang cocok ditanam di kawasan tersebut.
“Komoditas itu adalah Rambutan, Kakao, Kemiri dan Pinang. Dan dari hasil FGD itu terdapat tiga komoditas unggulan yakni Kakao, Kemiri dan Pinang. Dan ini akan disaring lagi menjadi satu komoditas paling unggul,” kata Eko.
Baca juga: Harga Kakao di Aceh Timur Anjlok, Petani Diimbau Perhatikan Kualitas Biji
Nantinya hal akan ditentukan melalui lima kriteria yakni dari segi teknik budidaya, jumlah bijinya, pasar, hama penyakit dan penyemaian.
Dari kelima faktor itu diharapkan masyarakat dapat memilih komoditas mana yang cocok ditanam di kawasan transmigrasi Jantho.
Pihaknya dengan dimandatkan oleh Kementerian Transmigrasi untuk meneliti komoditas unggulan di 26 desa di Aceh.
“Di Aceh Besar sendiri ada dua tim. Dan kami mulai bekerja sejak awal September 2025,” ujarnya.
Nantinya, pengumpulan data itu akan diberikan kepada Kementerian Transmigrasi untuk dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
| Polres Aceh Besar Musnahkan Barang Bukti Sabu dan Ganja |
|
|---|
| Satu Rumah di Gampong Ilie Ludes Terbakar, Dua Sepmor Ikut Hangus |
|
|---|
| Data Tak Sinkron, Bupati Aceh Besar Desak DTSEN Cerminkan Kondisi Riil Warga |
|
|---|
| Dua Toko di Darul Imarah Ludes Terbakar, BPBD Kerahkan 9 Unit Armada Padamkan Api |
|
|---|
| HRD Sebut Nama Cut Bit di Muscab PKB Aceh Besar, Ini Motivasi Pengusaha Kuliner Terjun Ke Politik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kepala-Unit-Penelitian-dan-Pengabdian-Kepada-Masyarakat-Sekolah-Vokasi-UGM-Ir-Eko-Prasetyo.jpg)